oleh

Tahun Politik, Pemuda Islam Ingatkan Peristiwa “Jumat Kelabu”  

MILAD : HM Hasan saat memberikan sambutan sebelum meniup lilin ultah bersama isteri dan tamu undangan ( foto Mercy /Brt)

Banjarmasin, BARITO – BAGI warga Kalsel khususnya Banjarmasin peristiwa pahit pada tanggal 23 Mei 1997 silam tentu tak akan dilupakan . Saat itu Banjarmasin dilanda kerusuhan massal, menyusul kampanye Golkar pada hari terakhir putaran kampanye PPP menjelang pemilu 1997.

Dilihat dari skala kerusuhan dan jumlah korban serta kerugiannya, peristiwa yang kemudian disebut sebagai Jumat Membara atau Jumat Kelabu itu termasuk salah satu yang terbesar dalam sejarah Orde Baru. Berangkat dari itu ditengah situasi politik yang mulai “panas” menjelang Pilpres dan Pileg serentak pada 17 April 2019 mendatang, Pemuda Islam Kalsel mengimbau warga Kalsel diminta tetap kompak dan bersatu .

“Jangan mau terprovokasi atau diadu domba oleh oknum yang tak bertanggung -jawab dengan demikian Kalsel yang kita cintai ini tetap terjaga dengan aman, tertib dan damai ” imbau Ketua Pemuda Islam Kalsel HM Hasan saat memberikan sambutan pada Yaumul Milad ke 50 tahun Pemuda Islam dan Syukuran Hari Lahir ke 64 dirinya di kediamannya Jalan Pangeran Antasari Gang Hasanudin, Minggu ( 23/12) malam

Dia mengimbau para politikus untuk ikut serta menjaga ketertiban dan kondusivitas di daerah ini ditengah tengah kondisi politik yang mulai memanas ini . Hasan mengingatkan peristiwa kerusuhan 23 Mei 1997 di Kota Banjarmasin yang memakan banyak korban jiwa dan membuat Kota Banjarmasin luluh lantak .

” Oleh sebab itulah guna ikut menjaga ketertiban dan keamanan serta suksesnya Pilpres dan Pileg yang damai , Pemuda Islam Kalsel mulai Januari 2019 mendatang akan melalukan sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut bersama sama menjaga suasana kondusif” tutup mantan Ketua KNPI Kalsel itu .

Sementara itu Gubernur Kalsel melalui Kepala Biro Organisasi Setda Pemprov Taufik Hidayat yang hadir malam itu berharap momentum milad memperkuat eksistensi Pemuda Islam Kalsel memajukan bangsa . Dalam membangun bangsa ujarnya, Pemerintah tidak bisa sendirian namun harus bersama sama dan bersinergi . Membangun Banua tidak cukup hanya peran pemerintah atau pengusaha namun butuh dukungan masyarakat , alim ulama termasuk pemuda Islam .

Sejumlah tokoh pemuda dan LSM serta Ormas dan pengusaha hadir dan menyumbangkan suara nya . Diantaranya Ketua LSM Forpeban H Din Jaya, Syarifudin (Pemuda Pancasila) , Ketua Pekat Anang Bidik termasuk tiga caleg HA Zainudin Djahri (NasDem) , Ir H Anang Rosadi (Golkar) dan Fazlur Rahman (PDI-P) serta pengusaha ekspedisi sukses H Darwis .
mr’s

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed