oleh

Polisi-Babinsa “Ribut” di Koramil Barat ?

Banjarmasin, BARITO-ARUS lalu lintas di Jalan Simpang Pandan Sari-Gunung Sari Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin Tengah  sore itu mendadak macet, Kamis (4/10) sekitar pukul 17.00 Wita. Ternyata dua anggota polisi Bhabinkamtibmas (BKTM) setempat, salah satunya bernama Bripka Muhyan  membuat keributan, dengan mengupal motor dinasnya.

Dengan suara lantang mereka mencari Serda Jazuli dan Serka Edi Wibowo agar keluar dari kantor koramil setempat dan ditantang berkelahi oleh Muhyan. Pria bertubuh gemuk itu sempat dorong-dorongan dengan Jazuli, sambil menantang dimana Komandan Resort Militer (Danramil) Banjarmasin Barat 1007-03 Mayor Tandra Widero.

Mayor Tandra yang dikabari ada keributan langsung meluncur ke kantornya yang tak jauh dari situ. Emosi danramil sempat tinggi karena Jazuli masih mau berantem dan tak mau mengalah. Dia langsung mendorong Jazuli ke dalam kantor. Kemudian Kanit Intel Ipda Wardiono langsung datang ke halaman koramil dan membisiki danramil. Setelah itu baru Tandra menurun emosinya. Tak lama kemudian datanglah anggota preman berbaju merah membawa kue ulang tahun (HUT) yang bertuliskan  Selamat HUT  ke 73 TNI.

Suasana pun mencair hingga semua kompak menyanyikan lagu ulang tahun kepada TNI di jajaran koramil tersebut. Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Sigit Prihanto pun langsung mendatangi Danramil Tengah dan Barat tersebut dan berpelukan. Sementara Sigit harus push up duluan atas perbuatan anak buahnya sambil tersenyum.

“Saya tertipu beneran, saya kira mereka benar-benar bikin ribut, akting mereka mantap,”sebut Ida (50) pemilik warung pecel   yang berada di samping koramil tesebut. Begitu pula Murnila alias Nila (43) yang mau mampir beli pecel mendadak batal memarkir motornya, karena ada keributan. ASN Samsat Provinsi Kalsel ini memilih batal ke warung tersebut.

Danramil Banjarmasin Barat 1007-03 Mayor Tandra Widero mengaku ‘kesal ‘atas surprise yang dilakukan anggota Polsek Tengah pimpinan AKP Sigit tersebut. “Saya sempat berlari 100 meter menuju kantor, sebab mendengar anak buah saya ada keributan dengan anggota polisi,”aku perwira yang sempat melerai akting perkelahian tersebut.

Tandra berhasil dikuras emosi karena dia tak rela anggotanya ribut dengan polisi dimana selama ini hubungan terjalin akrab dan harmonis. “Apalagi kesalahannya dari anggota saya, maka saat melerai saya sudah tekankan kepada anggota saya nanti akan dikenakan sanksi berat, makanya saya tidak terima,”sebutnya.

Menurutnya surprise tersebut berhasil membuat dirinya mengamuk di mobil bersama istrinya yang juga anggota TNI. “Nanti pasti akan saya balas,”terangnya sambil tersenyum. Untungnya saya belum lapor Dandim, kalau tidak ini semua bisa besar masalahnya.

Kapolsek Banteng AKP Sigit Prihanto menambahkan, selama ini aparat polsek dengan koramil sudah solid. Untuk itu dengan solid dan harmonis bersama masyarakat itu dijaga hingga akhir pemilu 2019 nanti.

Dia menyatakan, sebenarnya surprise itu akan dilakukan pada malam hari atau Jumat pagi nanti, pihak TNI sudah pada sibuk semua persiapan upacara. “Makanya surprise itu dilakukan sore hari, dan dua anggota masing-masing sudah dikondisikan saat acara nonton bareng G 30 S PKI akhir September tadi,”bebernya.

.Surprise itu kemudian ditutup dengan foto bersama TNI-Polri-Koramil Barat-Polsek Banteng. Mereka pun semangat sambil mengepalkan tangan dan berteriak, Siapa Kita-TNI-Polri Jaya. ndy/mr’s

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed