oleh

Pemkab Terus Jual Kawasan Industri Jorong

Pelaihari,BARITO – Sempat dijuluki kawasan mati suri sejak dicabutnya izin lokasi untuk Usaha Kawasan Industri Jorong kepada PT. Jorong Port Development pada tanggal 26 November 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus menjual dan akan menghidupkan kembali Kawasan Industri Jorong dengan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dari perjalanannya, ada 2 investor yang melirik kawasan tersebut, yakni PT.Jorong Port Development, akan tetapi tidak berlanjut. Kemudian PT. Mandala, akan tetapi sampai saat sekarang tidak ada progresnya juga. Dan yang terkini, Pemkab pun mencoba menawarkan keinvestor baru yakni PT.Jababeka dari Jakarta.

Beberapa nara sumber menyebutkan, kendala gagalnya 2 investor tersebut lantaran terkendala pada internal mereka, dalam artian lain ada kekurangan yang digariskan sesuai aturan sebuah investasi didaerah.

Pemkab Tala jelas memerlukan sebuah keseriusan investor untuk berinvestasi didaearah, umpan balik tentunya membuka dan memberikan pelayanan yang dipermudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kawasan seluas 368.805 hektar yang ada di Desa Swarangan, Desa Jorong dan Desa Karang Rejo pada Kecamatan Jorong, nantinya akan dipromosikan dengan informasi digital serta laporan data-data pendukung yang potensial.

Menjual kawasan industri Jorong yang dilakukan Pemkab Tala salah satunya lewat zoom meeting bersama PT.Jababeka, sebuah investor berpengalaman puluhan tahun dalam hal pengelolaan kawasan indsutri pada beberapa daerah di Indonesia Selasa, (23/2) diaula Barakat lantai 2 Setda Tala bersama Bupati Tala HM.Sukamta, Sekda, asisten II, DPUPRP, Dishub, Disnakerind, DPMPTSP, Bappeda dan Kominfo. Zoom meeting selama kurang lebih 1 jam itu terkoneksi pula dengan SKPD terkait di Provinsi Kalsel.

Berbagai aset yang ada di kawasan industri Jorong dikupas dan disampaikan Sukamta, namun bagi PT.Jababeka sebagai sebuah investor yang berpengalaman selama 50 tahun berinvestasi pada berbagai daerah di Indonesia terkesan tidak ingin terlalu muluk dan meminta Pemkab untuk menyediakan sarana dan prasarana terlebih dulu.

“Ibarat kata, jika ada punya anak gadis tentulah harus diberikan dandan yang cantik, pakai perhiasan agar terlihat cantik hingga membuat orang tertarik untuk menikahinya,“ucap Darmono Komisaris utama PT.Jababeka.

Menurutnya, sudah hukum alam, investasi sebelum dilakukan melihat secara kasat mata dulu kondisi pendukung lainnya yang harus sudah ada dibangun Pemkab seperti sektor pendidikan dan kesehatan. Dua faktor inilah yang memiliki keterkaitan langsung dengan berhasilnya sebuah investasi didaerah, akan tetapi jaminan keamanan juga patut menjadi atensi.

Dalam zoom meeting, Bupati Tala HM Sukamta beserta jajaran mengakui seperti mengikuti perkuliahan, karena begitu banyak pengalaman yang telah dijalankan PT.Jababeka dalam hal invetasi dibeberapa daerah di Indonesia yang disampaikan manis, pahit maupun asamnya sebuah investasi.

PT.Jababeka sendiri masih menunggu apa yang telah disarankan ke Pemkab Tala, pendek kata masih belum 100 persen mengatakan “Ya” untuk kawasan industri Jorong. Akan tetapi tawaran Pemkab Tala ini bagi Darmono akan mendiskusikannya bersama sebuah kawasan industri di Singapura sebagai salah satu wilayah investasi PT.Jababeka.

Bupati Tala HM.Sukamta dalam keterangan persnya usai zoom meeting mengtakan, tawaran ke PT.Jababeka karena pengalamannya yang sudah profesional.

“Memang tidak mudah membangun kawasan industri dan tidak bisa cepat. Ada 2 skenario yang harus dimulai Pemkab yakni pada lahan 20 atau 50 hektare menjadi kawasan otoritas, yang nantinya jadi lahan Pemerintah Pusat dan dikelolanya, sama halnya dengan kawasan otoritas Batam era presiden BJ Habibie, dengan harapan investor tertarik datang ke Tala,”kata Sukamta.

Langkah Pemkab Tala pun mencoba untuk menyusun sebuah proposal yang akan dilayangkan ke Pemerintah Pusat untuk kawasan industri Jorong ini, termasuk menggelar diskusi-diskusi kembali bersama PT.Jababeka, tutup Sukamta.

Peluang lebar dibuka Pemkab Tala kepada siapa saja investor yang ingin berinvestasi dikawasan industri Jorong. Namun, investor manapun menginginkan adanya dukungan oleh masyarakat dan sebuah komitmen Pemkab untuk menjaga investasi.

Efeknya, ketika percepatan untuk memulai pengembangan industri Jorong ini dapat terealisasi, maka akan membuka peluang lapangan pekerjaan yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanah Laut, karena ini menjadi primadona. Namun dari gagalnya 2 investor dapat menjadi satu catatan.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed