oleh

Melihat Armada Peti Kemas Tak Perlu Jauh-Jauh Kepelabuhan

Pelaihari,BARITO – Keberadaan armada peti kemas yang menggunakan truk besar biasanya terdapat diterminal pelabuhan laut seperti dipelabuhan Trisakti Banjarmasin, namun kini tidak perlu jauh-jauh untuk melihat sejumlah peti kemas berukuran besar dan panjang itu kepelabuhan Trisakti Banjarmasin, dihalaman stadion Pertasi Kencana atau halaman kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanah Laut dapat menyaksikan peti kemas berukuran besar dan panjang itu.

Jum’at, (22/1) sore, ada sekitar ada 9 armada peti kemas yang parkir dihalaman stadion Pertasi Kencana dibagian depan, sementara dibagian samping kiri juga ada beberapa buah tengah parkir.

Parkirknya sejumlah armada peti kemas itu mengingat kondisi jembatan Tabanio 1 yang berada di Kelurahan Pabahanan tengah putus dan kini tengah dipasang jembatan Beily sebagai jembatan sementara miliki Den Zipur 8 Gawi Manuntung Mulawarman.

Informasi dihimpun menyebutkan, parkirnya sejumlah armada peti kemas itu karena adanya larangan dari pihak terkait untuk melintasi jalan alternatif di Desa Kunyit sampai ke Desa Atilam.

Jalan alternatif pada kedua desa itupun sangatlah tidak mungkin untuk dilintasi armada peti kemas yang besar dan panjang. Jalan alternatif itu hanya untuk kendaraan roda 4 dan roda 2, termasuk roda 6.

Norman, seorang supir dari Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu saat berada dihalaman stadion Pertasi Kencana bersama armada truk Fusonya mengungkapkan, kalau dirinya membawa barang-barang rongsokan untuk dibawa kedaerah Basirih Banjarmasin.

“Pasrah saja dan sampai ada info kapan jembatan bisa dilewati, karena ini bencana alam,”katanya.

Jembatan Beily segmen 1 milik Den Zipur 8 Gawi Manuntung Mulawarman sepanjang 15 meter dengan lebar 4 meter telah rampung dipasang, dan kini segmen 2 jembatan Beily milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) 1 Kalsel pun mulai dipasang dengan panjang 25 meter dan lebar 4 meter.

Dipastikan dalam 1 atau 2 hari kedepan, kedua jembatan Beily ini sudah bisa dilintasi. Namun pola melintas satu per satu atau dengan pola buka tutup yang diatur Satlantas Polres Tala.
Lantaran masih dilakukannya perbaikan jembatan Tabanio 1 di Kelurahan Pabahanan yang putus itu, maka jalan A Yani pun terlihat sepi.
Sepinya jalan trans Kalimantan itu pun dimanfaatkan anak-anak untuk bermain sepak bola ditengah jalan.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed