oleh

KONI Kalsel Gali Strategi KONI Kaltim

Banjarmasin, BARITO – Menjelang progra akhir tahun, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel melakukan kunjungan ke KONI Kaltim. Rangkaian kegiatan tersebut, tidak lain untuk menggali ilmu dan strategi mengenai penerapan manajemen para atlet cabang olahraga (cabor) prestasi.

Rasa penasaran dengan pencapai prestasi KONI Kaltim dalam membina cabang olahraga dan atletnya diberbagai even nasional. Termasuk disetiap perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang selalu menempati deretan papan atas.

“Dalam kunjungan ini, kami ingin tahu bagaimana konsep KONI Kaltim bisa menempati peringkat lima besar PON. Apalagi KONI Kalsel dan KONI Kaltim satu pulau, dan satu-satunya yang masuk papan atas dari daratan Borneo,” ungkap ketua rombongan KONI Kalsel, Chandra Bayu.

Perhelatan PON XIX 2016 Jawa Barat (Jabar), Kaltim menempati peringkat kelima dengan perolehan 24 medali emas. “Tidak ada salahnya kita banyak belajar dengan KONI Kaltim,” tutur pria yang akrab disapa Cacan ini.

Diantara strategi jitu KONI Kaltim dalam mendongkrak potensi para atlet binaannya ternyata dengan memperhatikan kesejahteraannya. “Disamping insentif memadai setiap bulannya, para atlet Kaltim juga diberikan kemudahan dalam mencari pekerjaan dan pendidikan,” bebernya.

Bagi atlet yang berprestasi, lanjutnya, diberikan kemudahan masuk seleksi menjadi anggota TNI atau Kepolisian, maupun bekerja di lembaga pemerintahan dan swasta. “Begitu juga dibidang pendidikan, KONI Kaltim menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta agar bisa melanjutkan pendidikannya setelah lulus SMA.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kaltim Afiat Mirsyam Rasyid menyampaikan, ada faktor teknis dan non teknis yang menentukan dalam pembinaan atlet. “Untuk faktor teknis, biasanya berupa latihan dan motivasi. Faktor non teknis pun perlu diperhatikan, terkait kesejahteraan atlet.

Jika atlet sudah merasa sejahtera, sambungnya, atlet semakin semangat latihan dan tidak merasa terbebani ketika mengejar target medali emas. “Saat pandemi Covid-19, kami tetap mengupayakan kesejahteraan sekitar 300 atlet yang diproyeksikan mengikuti PON XX 2021 Papua. “Intinya, hak atlet tidak boleh kurang,” ucapnya.

Penulis: Tolah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed