oleh

Kekerasan Psikis Pada Anak Marak Terjadi di Banjarmasin

Banjarmasin, BARITO
Kekerasan anak dan perempuan seperti menjadi tren dimana masalahnya terus meningkat seperti tidak tertangani. Rendahnya pengetahuan dan laporan yang menjadi penyebabnya.

Menurut data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Banjarmasin, kekerasan anak dan perempuan cendrung meningkat tiga tahun terakhir.

Terdata dari tahun 2016 yang kasusnya berjumlah 35, tahun selanjutnya 2017 naik dua kasus menjadi 37. Tahun berikutnya lagi justru naik lagi hingga menjadi 43 kasus.

Menurut Ketua P2TP2A Kota Banjarmasin, Siti Wasilah, persoalan dan kasus diatas faktor penyebabnya adalah karena minimnya kesadaran dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara melindungi diri.

Melindungi diri yang dimaksud yakni mengadukannya kepada pihak berwajib atau pada lembaga yang khusus menangani masalah itu.

Masalah yang sering dihadapi ada lima faktor seperti kekerasan Fisik, Fsikis, seksual, ekonomi dan perdagangan orang yang dilaporkan masyarakat. Namum berdasarkan data dari P2TP2A Kota Banjarmasin hanya perdagangan anak yang belum ada laporan. Wasilah berharap itu tidak terjadi.

“Kekerasan anak ini coba bayangkan apabila ini terjadi dilingkungan keluarga kita, kalau ada masalah dan tidak bisa bagaimana cara melindungi diri berarti ada sesuatu yang belum disampaikan,” katanya.

Wasilah melanjutkan, kekerasan psikis (Perubahan mental terhadap anak) kasus yang paling banyak terjadi yakni sebanyak 33 kasus, kemudian disusul oleh kekerasan fisik dan seksual yang sama sama memiliki 9 kasus.

“Kasus kekerasan ini harus menjadi perhatian, tahun ini saja sudah mulai nambah memprihatinkan pasalnya semakin tahun semakin muda usia yang menjadi korban dengan rata rata selalu dibawah umur 10 tahun,” katanya.

Acara yang juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Iwan Fitriadi, Asisten l Bidang Kepemrintahan Gazi Ahmadi itu, Istri Walikota Banjarmasin ini mengimbau kepada masyarakat agar jangan ragu apalagi takut apabila menemui dan mengalami permasalahan kekerasan diatas. Pihaknya berjanji siap memberikan perlindingan dan pembinaan, hal itu demi kerukunan dan kenyamanan bersama dalam memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat. Hamdani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed