oleh

IKAPRI Indonesia Banjarbaru Tebar Bibit Ikan dan Tanam Pohon

Banjarbaru, BARITO – Ikatan Kartini Profesional Indonesia (IKAPRI) Kota Banjarbaru menebar ratusan bibit ikan nila dan menanam pohon di Kebun Raya Banua, Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, Sabtu (12/12/2020).

Tujuan dari kegiatan bertajuk “Green Day” itu, selain sebagai wujud cinta lingkungan, juga menjadi bentuk komitmen dari IKAPRI Indonesia Banjarbaru dalam berkontribusi untuk kemajuan daerah meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Ketua IKAPRI Indonesia Kota Banjarbaru, Sri Wiriyanti mengungkapkan, penyebaran benih ikan di embung dan penanaman pohon menjadi kegiatan akhir tahun 2020 dari organisasinya.

” Kegiatan Green Day ini menjadi sebuah pernyataan sikap, walaupun pandemi Covid 19 melambatkan aktivitas keseharian,  namun tidak menyurutkan kepedulian kita akan masa depan lingkungan untuk generasi masa depan. Semoga menjadi amal dan kebaikan kita semua” ucap sarjana perikanan tersebut.

Pada acara itu, Wiriyanti bersama para pengurus tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Pihaknya  juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Kebun Raya Banua yang telah memfasilitasi IKAPRI Kota Banjarbaru.

Lebih lanjut, Wiriyanti menuturkan, bibit yang ditanam adalah manggis dan mundar. Jenis ini menurutnya termasuk dalam golongan buah langka Indonesia. Sehingga diharapkan kehadiran 2 jenis pohon tersebut menambah koleksi Kebun Raya Banua.

Pemilihan jenis bibit pohon yakni manggis atau Garcinia Mangostana L juga sebagai upaya pelestarian buah lokal, memelihara kearifan lokal, menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, juga mendukung “Revolusi Hijau” yang merupakan salah satu gerakan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk menghijaukan kawasan perkantoran dan daerah ini pada umumnya.

“Seperti kita ketahui, manggis adalah buah lokal kaya manfaat, terutama untuk kesehatan yang tidak terlepas dari berbagai nutrisi yang dikandungnya Bahkan manggis merupakan buah yang sudah dikenai sebagai pengobatan tradisional dari berbagai negara Asia, sejak abad ke-18,” jelasnya.

Sedangkan mundar (Garcinia Forbesii), imbuhnya, termasuk dalam golongan buah langka Indonesia dan tergolong ke dalam tanaman keras/tahunan (paranual) . Buah ini masih dapat ditemukan di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan diantaranya di Kabupaten Banjar, Tapin, dan di kawasan Hulu Sungai.

Penulis: Cynthia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed