oleh

Hermanto Ginting dan Atlet FKTI Terima Penghargaan Kemenpora

Banjarmasin, BARITO – Sebagai wasit juri tinju internasional, Germanto Ginting, menerima penghargaan Kemenpora bersama tiga atlet FKTI Kalsel. Pemberian penghargaan tersebut berlangsung, Sabtu (3/10) di Lorin Sentul Hotel kawasan sirkuit Sentul Internasional Bogor, Jawa Barat.

Berdedikasi sebagai wasit juri yang malang melintang di dunia internasional dan tujuh kali menjadi wasit juri di event Sea Games, mengantarkan Hermanto Ginting yang saat ini menjabat Sekertaris Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kalsel menerima penghargaan.

Sedangkan tiga atlet Federasi Karate Tradisonal Indonesia (FKTI) Kalsel juga menerima penghargaan, yakni Erwan Juniardi, Muhammd Isra Muhyidin dan Rizkya Destiawati Putri Asrori. Dalam hal ini, Isra dan Rizkya menerima penghargaan berkat keberhasilannya menyabet gelar juara dunia karate tradisional di kompetisi 20th World IKTF Karate Championship di Curtiba, Brazil, 2-9 Desember 2019.

Namun penghargaan yang diberikan di Lorin Sentul Hotel kawasan sirkuit Sentul Internasional Jakarta itu, tidak dihadiri Hermanto Ginting karena faktor non teknis.

“Saya terlambat untuk mendapatkan tiket pesawat. Namun penghargaan itu katanya akan Dikirim ke rumah,” ujar pria kelahiran Aceh Aceh Tenggara, 17 Januari 1965 ini.

Alumsi S2 PEV Yogyakarta ini memaparkan dia memulai sebagai hakim Nasional: 1992, Semarang. Lalu tahun 2011, Korea Selatan dan 2017 di Azerbaijan.

Riwayat Penugasan juga panjang mulai dari ajang Pra-PON XIV 1995 Ambon, Maluku hingga berturut-turut terakhir Pra-PON XX 2019 Ternate, Maluku; Bogor, Jawa Barat.

Lalu penugasan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), di mulai dari PON XIV 1996 Jakarta sampai PON XIX 2016 Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Kemudian Penugasan Sea Games sejak Sea Games XXIV 2007 Nakhon Ratchasima, Thailand berturut turut hingga Sea Games XXIX 2017 Malaysia.

Ginting juga pernah mendapat penugasan Kejuaraan ASBC Championship 2011 Incheon, Korea Selatan Asia, ASBC MOBF 2012 Ulan Bator, China Boxing Federation 2013 Guiyang, China, ASBC Youth 2014 Bangkok, Thailand, ABA Of Sri Langka 2014 Colombo, ASBC Yunior 2017 Puerto Princesa, Philipina, Islamic Solidaritas Islam 2017 Baku, Azerbaijan.

Penugasan sarung tinju emas juga sudah tujuh kali mulai Sarung Tinju Emas 1996 Cirebon hingga Sarung Tinju Emas 2017 Bogor. Lalu Penugasan Kejuaraan Piala Presiden sejak 2000 di Bali hingga 2019 di Labuan Bajo, NTT.

Di Kejuaraan APIA Samoa 2018 Samoa dan Kejuaraan Asian Games XVIII 2018 Jakarta Ginting juga dipercaya jadi wasit, hakim dan juri.

“Sebenarnya di Pertina Kalsel ada tiga yang menjadi kandidat namun hanya saya yang mendapat penghargaan,” pungkas dia. net/tol

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed