oleh

DPMD Kalsel Gelar Pelatihan Aplikasi eDMC 19  Secara Daring

Banjarbaru, BARITO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalsel memberikan pelatihan berupa “Training of Trainers (TOT) Aplikasi DMC-19″  selama dua hari bagi fasilitator desa secara daring (online).

Pelatihan yang digelar sejak Kamis (4/6/2020) dan diikuti sekitar 25 peserta itu berisi materi tentang penggunaan aplikasi eDMC atau Desa Melawan Covid -19 yang diluncurkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) beberapa waktu lalu.

Kepala DPMD Provinsi Kalsel, Zulkifli menuturkan, kegiatan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi Desa Melawan Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dan Human Development Worker.

SE tersebut ditujukan kepada para kepala daerah, kepala desa dan para pendamping profesional.

” Sesuai arahan Bapak Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, agar bersama-sama melawan dan memutus rantai penyebaran virus Corona, maka relawan desa memiliki peran sangat penting dalam upaya penanganan Covid-19. Salah satu perannya adalah menyajikan data dan informasi secara cepat dan akurat dalam pemantauan wabah ini,” ujarnya, Jum’at (5/6/2020).

Penyampaian data tersebut dilakukan secara real time atau terus menerus melalui aplikasi eDMC 19. Sehingga, kata Zulkifli, relawan desa perlu keterampilan dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Pada pembukaan pelatihan, Zulkifli memberikan arahan dan hadir menyampaikan materi diskusi panel bertajuk “Kebijakan Desa Tanggap Covid-19 Kalimantan Selatan”.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa  (P3MD) Provinsi Kalsel, Muhammad Agus Fariady mengungkapkan, sebelum TOT, Kemendes PDTT telah menyelenggarakan MOT atau Master of Trainers bagi Tim Fasilitator Provinsi secara daring beberapa hari sebelumnya.

Peserta MOT diikuti  dua orang dari provinsi , masing-masing dari dinas satu orang dan dari TAP (tenaga ahli pendamping) satu orang.

Peserta MOT inilah yang kemudian memfasilitasi dan melatih fasilitator di kabupaten melalui TOT penerapan eDMC 19.

“MOT diikuti pihak provinsi masing-masing  dua orang untuk melatih pihak kabupaten. Dari kabupaten ada dua peserta yakni satu dari dinas dan satu dari pendamping tenaga ahli. Nantinya, mereka lah yang akan mendampingi desa untuk menggunakan aplikasi eDMC 19 tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh Agus Fariady menuturkan, tujuan pelatihan aplikasi eDMC 19 adalah untuk memberikan pemahaman dan kemampuan bagi peserta dalam penggunaan aplikasi tersebut di lapangan. Sehingga aplikasi itu dapat dimanfaatkan oleh desa dalam menjalankan upaya-upaya penanganan dan pencegahan Covid-19. Termasuk pula dampak selama dan paska pandemik serta penanganan stunting .

“Setelah melalui pelatihan online, desa juga bisa melakukan pembelajaran mandiri dan praktek langsung melalui panduan instalasi yang akan kami sebarluaskan melalui situs dan media sosial lainnya,” urainya.

Terpisah, TAM -Pengembangan Kapasitas Kaderisasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Kalsel, Mugiharto Wakhmadi mengungkapkan, aplikasi eDMC 19 memudahkan proses pengumpulan data secara real time. Data tersebut dapat diakses oleh pemerintah desa, kabupaten dan pusat.

“Aplikasi ini berisi data-data umum di desa dan dusun. Termasuk data hasil pemantauan dan laporan aspek kesehatan, sosial dan ekonomi terkait dampak Covid-19,” tegasnya.

Penulis: Cynthia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed