oleh

Calon Konselor Siap Atasi Diskriminasi di Masyarakat

-Bandarmasih, Home-1.637 views

Banjarmasin, BARITO – Diskriminasi dan bulliying kerap menjadi persoalan dimasyarakat. Sebagai calon konselor yang akan terjun menangani soal tersebut, puluhan mahasiswa BK dari berbagai perguruan di Banjarmasin ikuti seminar Ilmiah Anti Diskrimininasi, Senin (24/12) di Kampus Uniska.

Menurut Irpan Ketua Pelaksana acara yang juga mahasiswa FKIP Jurusan BK Uniska ini. Seminar yang membahas diskriminasi perlu dipelajari oleh semua calon konselor, karena masalah ini kerap terjadi baik itu di lingkungan sekolah, masyarakat, dan pekerjaan.

“Seminar ini dihadiri sekitar 50 mahasiswa umum dari Uniska, UIN dan ULM,” ucap mahasiswa semester 5 ini disela acara.

Irpan mengungkapkan, acara yang mengusung tema ‘Melahirkan calon konselor yang sadar, tau dan terampil dalam mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat yang beragam dengan semangat bangkit bicara dan bertindak’ ini, merupakan bagian dari tugas mata kuliah ‘Sosial Justice’. Dan tugas dilaksanakan secara kelompok.

“Kegiatan ini tugas dari kuliah dan ini kami lakukan berkelompok,” tuturnya.

Sementara itu Rudi Haryadi, salah satu narasumber yang juga seorang dosen FKIP Uniska ini mengatakan, soal diskriminatif muncul banyak faktor sebelumnya. Kata keadilan itu muncul karena kurangnya pemahaman tentang perbedaan akhirnya ada Diskriminasi prasangka, stereostip.

Sebelum keranah diskriminatif, pertama faktor stereostip atau gambaran mental berdasarkan asumsi tentang kelompok tertentu. contohnya menilai orang tidak pintar padahal hanya penilaian. Itu akan berlanjut menjadi prasangka kemudian prasangka tidak bendungnya akan membuat diskriminasi.

“Apabila semua itu terjadi maka ujung-ujungnya sikap penindasan. biasanya pemicunya karen karena Ras, suku, gender, abilitas, usia, agama, status, status pendidikan, latar belakang,” bebernya.

Rudi mengharapkan, semua calon konselor mampu menelaah bagian bagian tersebut agar tugas seorang konselor sampai di masyarakat dan upaya pencegahan sikap diskriminasi teratasi.

Sebelumnya materi yang disampaikan Rudi, narasumber dari BNNP Kalsel, Bharata Ariedona menyampaikan, pasca rehabilitasi pecandu narkoba akan menghadapi diskriminasi, karena mereka (mantan pecandu) sudah dicap meski mereka sudah sadar. Hal ini sering terjadi, sehingga membuat mantan pecandu prustasi dan kembali lagi kearah awal.

“Nah soal ini perlu disadari masyarakat dan ini tugas berat oleh para konselor,” tuturnya. hamdani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed