oleh

Anang Tony Minta Masyarakat Tenang dan Tak Terprovokasi

Banjarmasin, BARITO – Seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi serta tidak teradu domba pasca pembubaran Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia.
Demikian disampaikan Humas FPI Kalimantan Selatan Anang Tony dalam keterangannya, pada Kamis (31/12/2020).

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh upaya apapun,” ujar Anang Tony.

Menurutnya, merupakan hak pemerintah membubarkan FPI, namun alasan pembubaran harus terbuka agar semua pihak mendapatkan kejelasan. “Kami berharap masyarakat mendapatkan seluruh informasi sebagai perwujudan hak keterbukaan informasi,” pintanya.

Terkait adanya pendirian Front Persatuan Islam (FPI) juga, Ia mau berkomentar banyak. “Yang pasti Front Pembela Islam (FPI) sudah dibubarkan pemerintah, dan kami pengurus di daerah harus tahu juga apa alasan pembubaran itu,” tandasnya.

Sebelumnya menurut Menkopolhukam Mahfudz MD, FPI sejak tanggal 21 Juni 2019 secara de yure telah bubar sebagai ormas.
“Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan putusan MK per tanggal 23 Desember 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa.

Penulis: Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed