Tabalong, BARITOPOST.CO.ID – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan sosialisasi dan himbauan pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Tabalong. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa(01/09/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Camat Upau Agustian, S.E., Kp., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong Drs. Arbuansyah, M.A., Danramil 1008-02/Haruai-Upau-Bintang Ara Kapten Inf U’ung Sutandi, Kapolsek Upau Ipda Mateus Torance, S.E., Kepala Desa Pangelak, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta aparat Kecamatan Upau.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak dan bahaya yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau yang disertai kondisi cuaca panas dan kering.
Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho menekankan bahwa karhutla bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sosial dan ekonomi, serta menimbulkan kerugian yang cukup besar.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih saat musim kemarau karena api dapat dengan mudah meluas dan sulit dikendalikan.
“Kita tekankan kepada masyarakat tentang bahaya karhutla. Jangan membakar lahan sembarangan, terlebih pada saat musim kemarau. Kita berharap melalui sosialisasi ini masyarakat semakin sadar dan memahami dampak serta bahaya yang ditimbulkan oleh karhutla,” ujar Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho.
Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di Kecamatan Upau merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi sekaligus himbauan secara langsung kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang saat ini menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan.
Sosialisasi juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat pemerintah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga ikut berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran.
Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam mengantisipasi meluasnya karhutla, sehingga kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keamanan dan kenyamanan warga di wilayah Kabupaten Tabalong dapat terus terjaga.
Penulis: */Laila
Follow Google News Barito Post