Sapras Puskesmas Mandastana Perlu Ditingkatkan

SAPRAS PUSKESMAS-Rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel saat meninjau sarana dan prasarana Puskesmas Mandastana di Kabupaten Batola.(foto : humasdprdkalsel)

Mandastana, BARITOPOST.CO.ID Sarana dan prasarana (sapras) kesehatan yang ada di Puskesmas Mandastana, Kabupaten Barito Kuala perlu ditingkatkan, sehingga memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan ke publik secara optimal.

Selain itu juga diberikan untuk ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) medis yang kompeten, kemudian kelengkapan obat-obatan hingga kualitas pelayanan yang ramah dan cepat sangat menentukan tingkat kenyamanan serta kesembuhan pasien.

Hal itu terungkap dari hasil kunjungan kerja rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ke Puskesmas Mandastana, Jumat (4/9/2026).

Dikesempatan itu, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha menegaskan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan primer dalam menghadapi dampak kebiasaan musiman daerah, sekaligus mengingatkan agar fokus penanganan bencana lingkungan tidak sampai mengalihkan perhatian dari program prioritas kesehatan masyarakat lainnya, khususnya intervensi gizi.

Jihan juga menemukan adanya kendala operasional terkait regulasi ketersediaan obat-obatan primer yang belum sepenuhnya memadai untuk kebutuhan riil di lapangan.

“Penurunan stunting jangan sampai terabaikan meski kita sedang berhadapan dengan penanganan dampak bencana asap,” pesannya.

Disebutkannya pihaknya juga mendapatkan informasi adanya keterbatasan stok obat-obatan yang termasuk dalam Formularium Nasional (Fornas), karena ternyata kebutuhan di lapangan kerap berada di luar daftar Fornas itu sendiri.

Dari hasil monitoring ini, lanjutnya, pihaknya berkomitmen membawa aspirasi daerah ke tingkat pemerintah pusat agar mendapatkan evaluasi dan penyesuaian regulasi. Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi pemenuhan fasilitas kesehatan di tingkat daerah.

“Kami akan konsultasi ke Kementerian Kesehatan mengenai jenis obat apa saja yang masih kurang ketersediaannya, mengingat regulasi ini dievaluasi secara berkala. Semoga hal tersebut bisa kita alokasikan nanti melalui DAK atau anggaran pusat,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Mandastana, dr Rusdiani menyampaikan apresiasi sekaligus membeberkan kondisi riil pelayanan di wilayahnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim kesehatan khusus untuk menanggulangi dampak karhutla, di mana tercatat sebanyak 200 kasus ISPA sejak awal Agustus hingga saat ini berhasil ditangani dengan baik tanpa perlu rujukan ke rumah sakit.

Selain fokus pada ISPA, dr Rusdiani menambahkan bahwa angka stunting di wilayahnya berhasil ditekan hingga mencapai 7 persen berkat strategi jemput bola menyambangi desa-desa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam).

Kunjungan ini juga didampingi perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.

Editor/* : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post

Related posts

Kiprah Posyandu Era Baru

Wakil Rakyat Sebarluaskan Perda Pajak Dan Retribusi Daerah Serta Penyelenggaraan Kesehatan Ke Masyarakat Balangan