BANJARMASIN, BARITOPOST
Persoalan sampah yang tidak terangkut selama tiga hari menjadi salah satu keluhan utama warga saat kegiatan reses Anggota DPRD Banjarmasin, H Muhammad Makmur, di Jalan Putri Junjung Buih, RT 11, Kelurahan Karang Mekar, Selasa (14/7/2026).
Warga menyampaikan, keterlambatan pengangkutan sampah diduga terjadi karena armada truk pengangkut mengalami kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) solar. Kondisi tersebut membuat sampah menumpuk di sejumlah titik dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Selain mengganggu kenyamanan akibat bau yang ditimbulkan, warga juga menilai penumpukan sampah dapat mengurangi kebersihan dan keindahan Kota Banjarmasin. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah agar layanan pengangkutan sampah kembali normal.
Menanggapi aspirasi tersebut, H Muhammad Makmur mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, kontrak pengadaan BBM antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan pihak SPBU telah berakhir pada 10 Juli 2026. Akibatnya, armada pengangkut sampah sempat tidak mendapatkan pasokan BBM.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa kontrak pengadaan BBM telah diperpanjang pada hari yang sama sehingga pasokan untuk armada pengangkut sampah diharapkan kembali tersedia.
Menurutnya, proses perpanjangan kontrak kemungkinan memerlukan waktu karena adanya kenaikan harga solar dari sekitar Rp14 ribu menjadi Rp27 ribu per liter, sehingga pemerintah daerah perlu menyesuaikan dan menambah alokasi anggaran.
Politisi Fraksi Demokrat tersebut juga berharap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih dapat kembali dibuka dan dioperasikan. Menurutnya, langkah itu dapat menekan biaya operasional pengangkutan sampah yang saat ini harus dibawa ke TPA Banjar Bakula di Banjarbaru, sehingga kebutuhan BBM menjadi lebih besar.
Selain persoalan sampah, Muhammad Makmur mengatakan warga juga menyampaikan berbagai aspirasi lainnya, mulai dari perbaikan infrastruktur, bantuan sosial, pendidikan, hingga peningkatan layanan kesehatan.
Seluruh aspirasi tersebut, lanjutnya, akan diteruskan kepada instansi terkait dan diusulkan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk ditindaklanjuti.
Penulis: Masrifani