oleh

RSUD H Boejasin Perlukan Asupan Saran Dan Kritikan

Pelaihari,BARITO – Sejak tahun 2019 sebagai awal beroperasinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Boejasin Pelaihari yang berada di Kelurahan Sarang Halang, diakui masih banyak hal-hal yang dirasa kurang dan harus dilengkapi oleh manajemen pada rumah sakit terbesar ditingkat kabupaten di Kalsel ini.

Sejalan itu Kamis, (10/6/21) disalah satu ruangan pada RSUD H Boejasin Pelaihari dilantai 2, digelarlah Forum Komunikasi Publik.

Manajemen RSUD H Boeojasin merangkul beberapa stake holder seperti LSM, Pers, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pihak lainnya, hal ini dilakukan karena diperlukan adanya asupan saran maupun kritikan kepada manajemen RSUD H Boejasin untuk lebih berbenah dan melengkapi hal-hal yang dirasa kurang, utamanya yang menyangkut pelayanan.

Dalam forum itu turut hadir Bupati Tala H.M.Sukamta, ketua komisi 2 DPRD Tala H.Junaidi, kepada Dinas Kesehatan Tala Hj. Nini Sandra, serta dari pihak BPS cabang Pelaihari.

Forum pun dimanfaatkan undangan yang saling memberikan saran serta kritikannya atas perjalanan operasional rumah sakit ini.

Beragam pertanyaan peserta, mulai dari menyoroti akses jalan masuk yang sekian lama tidak beraspal, sehingga dalam musim kemarau saat sekarang debu-debu jalanan dipastikan berterbangan saat ada kendaraan melintas.

Hal lain, sampai kepada pintu masuk ke rumah sakit ini yang cukup uji nyali, pasalnya ketika ingin memasuki rumah sakit ini dari jalan raya, maka harus melewati sebuah tikungan tajam yang menanjak jika datang dari arah Pelaihari, pada kondisi demikian inilah yang cukup mengancam keselamatan dijalan raya.

Tidak ketinggalam masalah minimnya penghijauan dilingkungan rumah sakit. Kemudian lokasi warung-warung yang dinilai kurang pas posisi serta bentuknya yang tidak rapi pun mnjadi sorotan.

Usai kegiatan, bupati Tala H Sukamta dalam keterangan persnya mengatakan, yang ditekankan transparansi, akuntabilitas penyelenggaraan rumah sakit. Selain komunikasi dengan masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas untuk mengembangkan rumah sakit untuk lebih baik lagi.

“Ada 3 pilar pada rumah sakit ini, manajemen, pemerintah dan masyarakat, maka ketiga pilar itu harus seirama,”ucap Sukamta.

Sukamta berharap pada rumah sakit ini menjadi nol rujukan bagi warga Tala kerumah sakit luar, sehingga semua bisa ditangani dirumah sakit ini. terkecuali pada penyakit spesipik yang tidak bisa dilayani pada RSUD H Boejasin.

Rumah sakit ini ditekankan Sukamta pula untuk memperbaiki sisi pelayanan, sementara pada sisi bangunan sudah cukup. Soal perlunya suntikan anggaran tidak harus semuanya dari Pemerintah Daerah, karena rumah sakit ini Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang bisa bekerjasama dengan pihak ke 3.

Terpisah, Dirut RSUD H Boejasin Isna Farida mengungkapkan, prioritas utama adalah meningkatkan pelayanan yang bisa memberikan kepuasan kepada semua pelanggan.

Apakah langkah Dirut ini dalam memberikan kepuasan pelanggan ?
Menurtunya, satu contoh khususnya dirawat inap, dengan mendesain ruangan-ruangan yang dapat dirasakan bukan seperti berada dirumah sakit, tapi merasa dirumah sendiri plus diberikan tambahan pelayanan secara ekslusif, kata Isna.

Pandemi bukan dikambing hitamkan, tapi dalam masa pandemi diperlukan sebuah ekstra pemikiran yang cerdas dan sangat hati-hati, tutup Isna.

RSUD H Boejasin ini sendiri dibangun dari dana APBD Tanah Laut secara multiyear dengan menyedot anggaran sebesar Rp 300 milliar rupiah lebih.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed