Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan (Kalsel) tetap berkomitmen menjalankan pembinaan di tengah anggaran yang berkurang. Hal itu terungkap saat menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakeperorv), Senin (22/6/2026) di Hotel Rodhita, Banjarbaru.
Dalam Forum ini, juga dihadiri Ketua Departemen Humas NPCI Pusat Hery Isranto, Ketua I Bidang Organisasi Rio Suseno, serta Ketua Departemen Hukum Satriawan Sulaksono. Hadir pula perwakilan Dispora Kalsel dan pengurus NPCI dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
"Melalui pertemuan ini, merupakan bentuk komitmen kami guna meningkatkan kinerja organisasi. Bahkan memastikan pembinaan tetap berjalan walau anggaran berkurang akibat efesiensi," ungkap Ketua NPC Kalsel, Sumansyah.
Kegiatan Rakeprov ini, panjutnya, salah satu sarana penyamaan persepsi dalam pembinaan atlet menghadapi kejuaraan mendatang.
“Semua pengurus kabupaten/kota bersinergi untuk menyiapkan para atlet regenerasi untuk persiapan Papernas di 2028 nanti,” beber Sumansyah.
Ia menjelaskan, di tengah kondisi saat ini, NPCI Kalsel tetap berupaya menjalankan program-program prioritas dengan memaksimalkan anggaran yang tersedia. Pihaknya ingin pembinaan atlet tetap berjalan demi masa depan atlet.
“Mungkin kondisi NPCI yang sedang tidak baik-baik saja, kami akan mengikuti alur dengan semestinya melalui Rakerprov ini, sehingga kita semua saling bekerjasama dalam membina atlet, meskipun ditengah efisieni dan keterbatasan anggaran, kami upayakan tetap solid kedepannya,” ucapnya.
Ia menyebut persiapan Peparnas 2028 akan difokuskan pada atlet-atlet yang berpotensi menyumbangkan medali di setiap cabang olahraga. Hal ini dilakukan karena keterbatasan anggaran membuat proses regenerasi atlet menuju Peparnas menjadi tidak mudah.
“Secara umum kita akan memberikan yang terbaik saja untuk atlet-atlet unggulan dan juga yang senior-senior. Karena jujur saja untuk atlet pemula misal kita siapkan akan sangat sulit karena keterbatasan anggaran, jadi untuk pelaksanaan Papernas 2028 ada sedikit tidak sesuai yang kami harapkan,” terangnya.
Kendati demikian, katanya, tetap optimistis dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi bersama pengurus kabupaten/kota. Langkah tersebut dilakukan untuk membina atlet-atlet yang memiliki potensi besar.
"Karena itu, para atlet diminta tetap fokus dan pengurus tetap solid menjalankan program pembinaan menghadapi kejuaraan yang akan datang," katanya.
Sementara itu, perwakilan Dispora Kalsel, Muhammad Nashir, menyampaikan kehadirannya dalam forum tersebut mewakili Kepala Dinas dan Kepala Bidang yang berhalangan hadir.
“Beliau-beliau mengamanatkan kepada saya untuk menyampaikan pesan, semoga acaranya berjalan lancar dan tentunya apa-apa yang dihasilkan dari Rakerporv ini bisa memberikan dampak positif bagi organisasi khususnya NPCI,” urai Nashir.
Dispora Kalsel sendiri, ditambahkannya, semula dijadwalkan menyampaikan sejumlah materi. Namun, materi tersebut batal disampaikan karena pimpinan berhalangan hadir. “Namun kami sudah berupaya memberikan hubungan baik untuk NPCI Kalsel,” tegasnya.
Ia pun membenarkan keterbatasan anggaran turut berdampak pada pembinaan olahraga di Kalsel. "Dispora Kalsel akan terus memberikan dukungan kepada NPCI sesuai kemampuan yang ada. Termasuk berupaya agar atlet disabilitas tidak merasa ditinggalkan dan memiliki hak setara seperti atlet lainnya," imbuhnya.
Dengan ada pengurangan anggaran tahun ini dan tahun depan, tetap berupaya supaya teman-teman disabilitas jangan merasa mereka ditinggalkan. "Kami juga berupaya melaksanakan kegiatan, meskipun scoopnya tidak seperti tahun-tahun yang lalu tetapi tetap ada pembinaan atlet NPCI,” tutupnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post