Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Kerja (Raker) Keolahragaan dan Kepemudaan se-Kalsel, Jumat (6/11/2026) di POP! Hotel Banjarmasin.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Dispora dari 13 kabupaten/kota serta sejumlah organisasi keolahragaan.
Rapat kerja ini menjadi momentum untuk menyelaraskan program kepemudaan dan olahraga antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2026 dan menyusun rencana kerja 2027.
“Dalam rapat kerja ini, memiliki dua agenda utama, yakni evaluasi pelaksanaan program sepanjang 2026 serta pemaparan program kerja Dispora Kalsel untuk 2027,” ungkap Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz.
Pebriadin menegaskan pentingnya sinkronisasi program agar pelaksanaan kegiatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tidak berjalan sendiri-sendiri atau bahkan tumpang tindih.
“Kita harus saling mengisi. Yang sudah dikerjakan provinsi tidak perlu diulang di kabupaten/kota, dan sebaliknya. Dengan begitu, anggaran yang terbatas bisa memberi hasil yang lebih besar,” katanya..
Ia menjelaskan, sejumlah program bidang kepemudaan yang akan diperkuat di antaranya Wirasena, Jambore Pemuda, Aruh Pemuda, pelatihan keterampilan digital, pertukaran pelajar, serta penyusunan Rencana Aksi Daerah Pelayanan Kepemudaan.
Selain itu, Bidang Pengembangan Pemuda juga menyiapkan program Wiramuda Next Level, pemilihan wirausaha muda berprestasi, pemilihan pemuda berprestasi, hingga pelatihan kepemimpinan dengan proses seleksi berjenjang mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Sementara di bidang olahraga, Dispora Kalsel melalui Bidang Pembudayaan Olahraga akan melanjutkan pengelolaan Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar Daerah (SPOPDA) yang tahun ini tersebar di sembilan kabupaten/kota. Penentuan lokasi pembinaan untuk 2027 nantinya akan mempertimbangkan potensi dan kesiapan masing-masing daerah.
Bidang tersebut juga mempersiapkan kontingen Kalsel untuk mengikuti sejumlah agenda nasional, seperti FORNAS, PORWANAS, PORNAS KORPRI, dan PEPARPENAS.
Adapun Bidang Peningkatan Prestasi akan fokus pada seleksi atlet daerah, pelaksanaan POPDA, keikutsertaan dalam POPNAS, POMNAS, dan Kejurnas, pengembangan tenaga keolahragaan, penyusunan Raperda Keolahragaan, serta penguatan data keolahragaan terpadu, termasuk Indeks Pembangunan Olahraga.
Untuk mewujudkan sinergi tersebut, Pebriadin menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, penyatuan data atlet, pelatih, sarana olahraga, dan organisasi kepemudaan dari seluruh kabupaten/kota yang terintegrasi dengan data provinsi.
Kedua, lanjutnya, pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan, mulai dari penjaringan atlet di daerah, pengembangan di tingkat provinsi, hingga pencapaian prestasi nasional. Ketiga, penyelarasan program agar kegiatan provinsi dan kabupaten/kota dapat saling melengkapi. “Tanpa data yang baik, kita tidak bisa membuat kebijakan yang tepat,” tegasnya.
Pebriadin juga meminta seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan kebutuhan, kendala, maupun usulan secara terbuka. Hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan bersama sebagai pedoman bagi provinsi dan kabupaten/kota dalam menyusun serta melaksanakan program tahun 2027. “Kalsel tidak akan maju kalau provinsi bekerja sendiri, dan kabupaten/kota juga tidak akan kuat kalau berjalan sendiri,” ucpnya..
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel, Rijal Hamid, mengatakan rapat kerja ini menjadi wadah untuk berbagi informasi mengenai kebutuhan serta perkembangan olahraga di masing-masing daerah.
Menurutnya, koordinasi tersebut sangat penting, terutama saat pemerintah kabupaten/kota sedang dalam proses menyusun anggaran untuk program 2027.
“Harapan kita, semua program yang ada di provinsi bisa sejalan dengan program yang ada di kabupaten/kota. Melalui pertemuan ini, kita juga bisa saling berbagi informasi mengenai kebutuhan dan perkembangan olahraga di daerah,” tutur Rijal yang juga Sekretaris Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalsel ini.
Ia menambahkan, beberapa agenda strategis turut menjadi pembahasan, di antaranya persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2027 yang direncanakan berlangsung di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
“Rapat kerja juga membahas keikutsertaan cabang olahraga pada Pra-PON 2027 dengan mempertimbangkan jadwal kualifikasi dan kesiapan anggaran. Koordinasi antarlembaga juga menjadi perhatian, termasuk penyesuaian hubungan kerja apabila terjadi pergantian pejabat di lingkungan Dispora kabupaten/kota,” imbuhnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post