Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan Yogyakarta (PMKS Yogyakarta) sukses menggelar Seminar Nasional Kepemudaan 2026, Sabtu (31/10/2026) di Forriz Hotel Yogyakarta.
Mengusung tema “Muda, Bermakna, dan Aktualisasi Potensi Pemuda Banua”, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa asal Kalsel yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Jawa.
“Seminar nasional ini merupakan inisiatif mahasiswa yang tergabung dalam PMKS Yogyakarta dengan dukungan Dispora Kalsel. Sekaligus menjadi wadah untuk mempertemukan mahasiswa Banua yang tersebar di sejumlah daerah dan memberikan motivasi serta wawasan dalam mengembangkan potensi diri,” ungkap Kabid Kepemudaan Dispora Kalsel, Budiono.
Pesertanya tidak hanya mahasiswa Kalsel yang berada di Yogyakarta, lanjutnya, tetapi juga mengundang perwakilan PMKS dari Jawa Barat, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang. “Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan akademisi, praktisi, hingga tokoh pemuda,” terangnya.
Di antaranya Dr. Faisal Ramadhani, yang menjabat sebagai Widyaiswara di Lemdiklat Polri Mabes Polri, kemudian Dr. Mansur, dosen sejarah Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta tokoh pemuda Kalsel, Abdul Khoir.
Budiono berharap materi dan pengalaman yang disampaikan para narasumber dapat memberikan wawasan baru sekaligus memantik semangat mahasiswa Banua untuk mempersiapkan masa depan dan berkontribusi lebih luas.
Ia menilai, pengalaman para tokoh yang mampu berkarier di tingkat nasional dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, bahwa putra daerah Kalsel juga memiliki peluang untuk berkembang dan berkiprah di berbagai bidang.
Salah satunya Dr. Faisal Ramadhani yang memiliki darah Banua dari Tanjung, Kabupaten Tabalong, namun mampu meniti karier hingga tingkat nasional di lingkungan Mabes Polri.
Selain pengembangan kapasitas diri, seminar tersebut juga menjadi sarana mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Kalsel yang sedang menimba ilmu di luar daerah.
Dari sisi peserta, Budiono menyebut antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Panitia hanya mampu mengakomodasi sekitar 200 peserta karena keterbatasan kapasitas tempat dan kemampuan penyelenggaraan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 peserta berasal dari PMKS Yogyakarta, sedangkan 50 lainnya merupakan perwakilan mahasiswa dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.
“Antusiasmenya sangat luar biasa. Bahkan, kalau ada kuota tambahan, kemungkinan masih ada peserta yang ingin ikut. Apalagi kegiatan dilaksanakan pada akhir pekan dan mahasiswa juga baru menyelesaikan UTS,” bebernya.
Melihat tingginya minat tersebut, Budiono berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara bergiliran di daerah lain, dengan melibatkan PMKS dari berbagai kota di Pulau Jawa.
Dengan demikian, seminar nasional kepemudaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial peringatan Sumpah Pemuda, tetapi juga menjadi ruang penguatan wawasan, jaringan, dan motivasi bagi mahasiswa Banua.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan spirit dan semangat kepada pemuda Kalsel yang sedang kuliah di Pulau Jawa agar terus mengembangkan potensi serta mampu menatap masa depan dengan lebih baik,” inbuhnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post