Produksi Karet Kalsel Berkualitas Tinggi, Gapkindo: Program ‘Bang Sibun Bakaret’ Mampu Bantu Petani

H Hasan Yuniar SH

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Produksi Karet di Kalsel pada tahun 2025 mencapai 121 ribu ton per tahun dihasilkan 9 pabrik yang ada di Bumi Lambung Mangkurat ini. Dan diperkirakan ada penurunan produksi pada 2026 sekitar 8-9 persen.

Baca Juga: Pegang Tabung Elpiji 12Kg, Dihantam Ombak 4 Meter

“Karet di Kalsel 85 persen ekspor untuk 59 negara di dunia dan sisanya domestik,” ucap Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalsel H Hasan Yuniar SH.

Meski begitu, ucapnya, lahan karet di Kalsel yang mampu berproduksi hanya seluas 127 ribu hektar dengan produksi 120 ribuan ton pertahun. “Produksi karet di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih baik dan berkualitas tinggi,” tandasnya.

Ia memastikan 98 persen produksi Karet di Kalsel untuk kebutuhan pembuatan ban (pesawat, mobil, kendaraan, dan komponen lainnya) baik ekspor maupun domestik. “Karet di Kalimantan (Kalteng, Kalsel, Kaltim) masuk urutan keempat yang diakui dunia,” jelasnya.

Baca Juga: Pegang Tabung Elpiji 12Kg, Dihantam Ombak 4 Meter

Di lokasi perkebunan, Ia menyebutkan, jumlah petani 145 KK (kepala keluarga) yang disesuaikan luasan lahan. “Luasan lahan mampu memproduksi karet 850 Kg per hektar per tahun,” ujar mantan Hakim Adhoc Hubungan Industrial ini.

Untuk kebun Karet berasal dari Banua Anam (terbesar), Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut. “Ya, itu pun banyak alih fungsi lahan seperti komoditi perkebunan lain, perumahan, hingga tambang,” katanya.

Industri Karet masih ada di Banua Anam seperti Tanjung dan Amuntai. “Kita masih pesimis ketahanan produksi Karet untuk puluhan tahun ke depan, sebab itu dibutuhkan perhatian pemerintah dalam bentuk bantuan,” paparnya.

Baca Juga: Pegang Tabung Elpiji 12Kg, Dihantam Ombak 4 Meter

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Hasan Yuniar mengakui, Pemprov Kalsel telah memberikan bantuan dalam bentuk (Bang Sibun Bakaret) Yakni program inovasi bertujuan untuk mensejahterakan dan menstimulasi produktivitas petani karet rakyat di wilayah tersebut. “Kita bersyukur ada program Bangsibun Bakaret dari Pemprov Kalsel,” imbuhnya.

Melalui “Bang Sibun Bakaret” dengan pola penerapan terintegrasi diharapkan jika harga karet rendah atau produknya yang turun, petani karet tetap memiliki penghasilan.

Inovasinya dengan pola tanam dengan jarak yang ganda, tumpang sari yang lempeng, karena jaraknya sudah dirubah, jadi 18x2x2,5 sangat mengakomodir itu.

Related posts

Perkuat Tata Kelola, APERSI BusinessVersity ‘Upgrade Skill Naikan Omzet Bangun Tim Juara’ di Banjarbaru

Jurnalis Gala Dinner Bersama EGM Pertamina Patra Niaga dan Otorita IKN di Media Gathering 2026

FGD Media Visit 2026 Pertamina Patra Niaga di Ibu Kota Nusantara (IKN)