Pegang Tabung Elpiji 12Kg, Dihantam Ombak 4 Meter

(Ilustrasi AI)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Musibah tragis yang menimpa KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang terbalik Minggu (13/9) dinihari di laut Jawa perairan Kalimantan Selatan, menyisakan duka mendalam bagi para penyintas (korban selamat) maupun keluarga korban yang meninggal dunia.

Dari rentetan pengakuan puluhan korban yang menghadapi detik-detik karamnya kapal berusia 39 tahun ini hingga terombang-ambing di tengah lautan luas tersebut, muncul cerita lebih menegangkan dari 5 penyintas dari total 11 warga asal Kabupaten Garut Jawa Barat yang berhasil diselamatkan tim gabungan Basarnas, TNI AL, Polri, relawan rescue, dan kapal-kapal nelayan tersebut.

Kepada Pimred Barito Post HM Arief Husaini, Selasa (15/9) malam di Hotel Kharisma di kawasan Pekauman Banjarmasin Selatan, beberapa orang dari penyintas ini yakni Akmal, Rizky, dan Fatir, menuturkan langsung betapa mencekamnya saat mereka berupaya menyelamatkan diri dari kapal tempat mereka bekerja 3 bulan sebagai crew cleaning service dan catering tersebut.

Rizky dan Akmal. (foto:gif/brt)

Barito: Akmal, bisa ceritakan bagaimana sampai akhirnya kalian bisa selamat dari musibah maut KM Virgo Transport 8?

Akmal: Dari kami berlima, saya paling duluan melompat ke laut karena kapal posisinya mulai miring. Kami hanya menggunakan pelampung sederhana untuk crew yang harus diikat pakai tali sampai leher (seraya mengusap bawah dagunya yang luka akibat tergerus tali pengikat pelampung).  Kami tertolong dengan sebuah tabung gas elpiji 12Kg warna pink yang mengapung di laut, Alhamdulillah bisa kami raih. Ada 5 orang totalnya yang berpegangan pada tabung gas ini yakni saya, Rizky, Akmal, Arman (tengah dirawat di RS TPT), dan satu orang sopir asal Jawa Timur pak Bambang.

Rizky: Selama 10 jam itu, kami terus saling memberi semangat satu sama lain agar tetap kuat memegang tabung gas ini, karena saat itu gelombang laut sangat tinggi sekitar 3-4 meter menghantam kami semua. Kaki kami semua sampai kram dan hamper tak kuat lagi, (sesaat pemuda yang biasa dipanggil Ikky ini meneteskan air mata),  ayah saya masih belum ditemukan…..

Fatir (foto:gif/brt)

Fatir: Sejak magrib, gelombang semakin tinggi hingga tengah malam. Saat itu terdengar bunyi keras di bagian parkir truk fuso. Saat dicek, ternyata satu truk menghantam lambung kiri kapal dan menyebabkan kapal makin berat ke kiri. Saya sendiri terpisah dari mereka semua, saya sempat terkunci di kamar. Kamar saya posisinya di bagian kanan kapal, jadi lebih terangkat dan tidak kemasukan air. Sebelumnya saya tidur, dan langsung digedor teman hingga akhirnya pintu bisa dibuka. Saya dikasih pelampung dan langsung bergegas mencari jalan keluar ke bagian kapal yang sudah terangkat. Saya menceburkan diri, hingga akhirnya setelah 5 jam mengapung, saya dievakuasi kru kapal Pertamina.

Barito: Total ada berapa orang asal Jawa Barat yang bekerja di kapal ini?

Fatir: Ada sebanyak 22 orang, selain kami dari Garut, ada 1 orang dari Cianjur. Alhamdulillah kami yang selamat sebanyak 11 orang, saya sendiri Fatir, Akmal, Rizky,  Willy, Agus, Fauzan, Sehabudin, Hakim, Gugun (kepala catering), Iwan, dan Iksan. Willy sendiri yang bisa dibilang paling lama di laut yakni selama 3 hari 3 malam. Selama 2 hari 2 malam, terapung-apung di perahu karet bersama 9 orang lainnya, dan 1 hari 1 malam di perahu nelayan yang menolongnya. Ada sekitar 3 perahu karet, total keseluruhan 22 orang, salah satunya ada seorang wanita.

Barito: Dari informasi yang kami himpun, sudah teridentifikasi 2 jenazah asal Jawa Barat yakni Risyan dan Erick. Sementara yang masih belum ditemukan 9 orang yakni Rio, Usep, Salbi, Iyus, Saiful, Rizky Ilham, Nurdin Acim, Yusep Cahyana, dan Gilang. Bisa diceritakan siapa saja mereka ini bagi kalian sesama warga Jawa Barat?.

Rizky: Yusep Cahyana adalah ayah saya yang masih belum ditemukan (lagi-lagi pemuda ini berucap dengan wajah sedih).

Fatir: Inalillah, kedua jenazah bukan orang lain lagi. Almarhum Risyan adalah tetangga di kampong saya, sedangkan Erick masih ada hubungan keluarga dengan saya (pecah tangisan dari Fatir mengenang kedua kerabatnya itu).

Gas Cylinders Fact:

Karakteristik Fisik

Daya Apung: Volume tabung gas 12Kg yang kosong atau berisi gas bertekanan rendah memberikan daya apung (buoyancy) yang kuat.

Fungsi Darurat: Dalam beberapa insiden kecelakaan laut, nelayan atau korban sempat memanfaatkannya sebagai pelampung darurat untuk bertahan hidup.

Follow Google News Barito Post

Related posts

Polda Kalsel Siapkan 6 RS Rujukan dan Posko DVI untuk Korban KM Virgo Transport 8

Anggota DPRD Kalsel Dampingi Menhub dan Gubernur Muhidin Kunjungi Korban Selamat KM Virgo Transport 8

Delapan Anggota Keluarga Belum Ada Kabar dari KM Virgo Transport 8, Hadijah: Tolong Kabari Kami