Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah atau pasar murah yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu (211/2026) hari ini dan besok Kamis (22/1/2026), guna membantu masyarakat menghadapi kenaikan inflasi dan harga bahan pokok.
Bertempat di halaman Mapolresta Banjarmasin, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyiapkan sembilan bahan pokok penting dengan harga diskon besar-besaran.
Sembilan bahan pokok yang disediakan dengan harga diskon yakni Beras dan Minyak Goreng
Gula dan Telur,
Bawang Merah dan Bawang Putih
Serta merangkum produk dari para Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) lokal.
Diskon Sembako Murah itu Paketnya terdiri dari beras dan gula dijual seharga Rp42.000 dari Pemko Banjarmasin. Dia menambahkan bahkan sampai diskon berlapis pada seluruh komoditas pangan diberikan potongan harga, bahkan beberapa produk didiskon berlapis hingga harga yang sangat terjangkau.
Misalnya untuk Ayam Ras harga normal Rp45.000 didiskon hingga menjadi Rp35.000,. bBahkan ada opsi seharga Rp30.000 bagi warga yang membutuhkan yang penting tidak memborong dan dijatah untuk satu pembeli.
Sementara beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disiapkan sebanyak 1 ton per hari. Dengan potensi penambahan 1 ton lagi jika habis untuk hari kedua. Harga normalnya Rp59.000 per 5 kg didiskon menjadi Rp50.000, dengan ketentuan pembelian per orang guna menghindari praktik pemborongan.
Kadis DPKP Kalsel ini juga mengapresiasi pelaksanaan gerakan pangan murah kali ini dipusatkan di halaman Polresta Banjarmasin. Samsir Rahman menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Kalsel, Gubernur Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kabinda, serta Kapolresta Banjarmasin beserta jajaran atas penyediaan fasilitas tempat yang dinilai aman dan nyaman.
“Karena kalau di luar , biasanya Banjarmasin ini membludak. Yang aman biasanya itu di Polresta Banjarmasin dan DPRD Banjarmasin,” ujar Samsir.
Selain bahan pokok, dalam kegiatan ini juga dibagikan ratusan bibit cabai secara gratis kepada masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong warga untuk menanam cabai sendiri di dalam pot di halaman rumah masing-masing, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga cabai rawit di pasaran.
Penulis/Editor: Arsuma
Follow Google News Barito Post