Pemkab HST Dukung PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan Dari Kemendikdasmen RI

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read

Barabai, BARITOPOST.CO.ID – Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak nyata di daerah. Selasa, (10/2/2026).

Salah satu apresiasi kuat datang dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, yang menilai program ini tepat sasaran, berkeadilan, serta mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Anhar, dalam pelaksanaan Konsolidasi Nasional Pendidikan Tahun 2026 yang menghadirkan kepala dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Menurut Anhar, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memandang sektor pendidikan sebagai strategi utama dalam pembangunan daerah.

Anhar mengakui Di tengah keterbatasan fiskal, keberanian untuk membenahi data pendidikan secara jujur dan akurat menjadi kunci agar kebijakan pusat dapat diimplementasikan secara efektif di daerah.

“Program prioritas Kemendikdasmen, yakni Revitalisasi Satuan Pendidikan, terbukti tepat sasaran karena berbasis data dan langsung menyentuh warga sekolah,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa dampaknya nyata, tidak hanya menurunkan jumlah sekolah rusak dan meningkatkan mutu layanan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat serta menggerakkan ekonomi lokal.

”Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi kabupaten dengan jumlah penerima revitalisasi terbanyak se-Kalimantan Selatan pada tahun 2025,” tambahnya.

Ia mengatakan sebanyak 55 satuan pendidikan telah rampung direvitalisasi dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, dengan rincian 8 PAUD, 21 SD, dan 26 SMP.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Hasil dari program revitalisasi ini harus kita rawat bersama agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman, aman, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik,” tambahnya.

Selain meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, Anhar menegaskan bahwa sistem swakelola yang diterapkan dalam program revitalisasi turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan sekolah mendorong perputaran ekonomi daerah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap satuan pendidikan,” pungkasnya.

Sejalan dengan apresiasi dari daerah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen berhasil merealisasikan anggaran Rp16,9 triliun untuk menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen berkomitmen melanjutkan dan memperluas program-program strategis, termasuk Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga menjangkau 60 ribu penerima manfaat. Melalui penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kami optimistis kebijakan pendidikan akan semakin berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutup Menteri Mu’ti.

*

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar