Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Kalimantan Selatan (ODKS) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 di Banjarmasin pada Sabtu (17/10/2026) pagi.
Rakerda ODKS 2026 mengusung tema “Mari Bersama Membangun ORARI Daerah Kalimantan Selatan yang Solid, Profesional dan Bermanfaat bagi Masyarakat”.
Rakerda ini diikuti jajaran pengurus ORARI Daerah Kalimantan Selatan serta perwakilan dari ORARI Lokal di kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Rakerda menjadi forum penting untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun rencana kerja organisasi ke depan.
Dalam kegiatan, tampak jajaran pimpinan ORARI Daerah Kalimantan Selatan mengenakan seragam resmi ORARI berwarna putih-orange berada di meja pimpinan sidang. Rakerda dipimpin langsung oleh Ketua ORARI Daerah Kalimantan Selatan HA Yani (YB7KY) beserta jajaran pengurus daerah lainnya. ORARI sebagai organisasi amatir radio memiliki peran strategis tidak hanya dalam bidang hobi komunikasi radio, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan penanggulangan bencana. Anggota ORARI kerap menjadi garda depan dalam penyediaan komunikasi darurat saat terjadi bencana alam, banjir, kebakaran hutan dan lahan hingga kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya.
Melalui Rakerda 2026 ini, ORARI Daerah Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota serta memperluas manfaat keberadaan ORARI bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Rakerda juga diharapkan mampu melahirkan program-program kerja yang lebih terstruktur, terukur dan berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat, sejalan dengan visi ORARI sebagai organisasi yang mandiri, profesional dan berdedikasi untuk bangsa dan negara.
Ketua ODKS, HA Yani (YB7KY) menuturkan rakerda ini dilaksanakan karena amanah AD/ART baik tingkat lokal maupun daerah. Tujuannya untuk identifikasi permasalahan. Kemudian untuk menyerap aspirasi anggota. Sebenarnya ODKS menunggu Orpus melaksanakan atau tidak, karena rakernas atau munas akan dilaksanakan akhir tahun 2026 ini. Karena rencana usulan dapat dibahas bersama-sama lokal.
“Dengan mengacu persoalan tahun lalu, maka kami di periode kedua juga tidak ada rakerda lokal se-Kalsel. Hal itu karena amanah AD/ART, padahal sudah ada amanah dan banyak yang kritis tapi tidak diakomodir dalam rapat,” ingat Yani.
Yani juga mengaku ada peluang untuk mengusulkan anggaran pada APBD, namun khawatir terjadi penyimpangan dalam pertanggungjawabannya dan hal itu tidak dilakukan.
“Saya juga bersyukur untuk kegiatan biaya HAM Festifal di Kiram biaya 85 dari ODKS sendiri,” singkat YB7KY saat menutup pembukaan tersebut.
Ketua DPP ODKS yang baru
H Rusmani (YB7HMB) mengatakan berjalannya organisasi apabila ada rakerda dan membawa hasil ini ke tingkat nasional. Karena banyak permasalahan, problem misalnya tidak mau menghidupkan izin callsign karena mahalnya biaya.
Selanjutnya juga repetear satu lokal satu wilayah, kemudian laporan keuangan setiap lokal.
“Alhamdulillah sudah mulai bagus keuangan lokal dan ODKS dan perlu ditingkatkan lagi. Sebab hal itu sangat riskan bila ada penyalahgunaan,” terangnya.
Terkait solusi kebencanaan, Rescue lokal atau CORE dan ODKS, karena ORARI sifatnya ormas, ia berharap perlu gotong royong dan kebersamaan.
“Mudah-mudahan rencana usulan ini dapat menyamakan persepsi dan satu visi dan misi yang lebih baik,” tutupnya.
Seperti diketahui YB7IBM selaku Ketua DPP ODKS meninggal 10 Agustus lalu.
“Kebetulan saya melanjutkan Ketua ODKS DPP Kalsel yang dulu meninggal dunia Ibnu Madjah dan saya dipercaya menjadi ketua. Untuk itu mohon dukungan dan kerjasamanya,” pungkas H Rusmani anggota amatir asal Barabai Kabupaten HST ini.
Penulis: Arsuma
Editor: Sophan Sopiandi
Follow Google News Barito Post