oleh

Kesalahan Rekrut Pemain

-Sport Barito-1.526 views

Meda, BARITO – Pelatih PSMS Medan Peter Butler menegaskan, keterpurukan Ayam Kinantan di Liga 1 2018 disebabkan kesalahan dalam merekrut pemain. Namun Butler enggan menyebutkan nama orang yang telah melakukan perekrutan.

Butler mengatakan, pemain tidak bisa disalahkan atas hasil minor yang diperoleh PSMS, karena mereka sudah berjuang dengan segala kemampuan. Menurutnya, materi pemain PSMS kalah kualitas dibandingkan kontestan lainnya.

“Kesalahan kami ada pada proses rekrutmen pemain. Sangat sulit ketika merekrut pemain di awal musim. Reinaldo Lobo? Lobo adalah pemain yang sangat penting, tapi kalau ada beberapa pemain yang tidak cukup kualitas dan pengalaman, maka akan sangat sulit,” urai Butler.

Ini bukan salah pemain, tapi salah orang yang merekrut pemain. “Saya tidak mau menyebut nama orangnya, Anda silakan menganalisa. Kalau Anda seleksi pemain untuk sepakbola, harus mencari yang bagus untuk kompetisi. PSMS adalah tim yang bagus dan saat ini saya datang untuk mencoba membantu mereka,” katanya.

Ia menyebutkan, membawa tiga pemain yaitu Sohei Matsunaga, Alex Tanidis, dan Felipe Martins, semua memberikan pengaruh. “Kami tidak bisa mengganti banyak pemain, meskipun sebenarnya banyak pemain yang lebih berkualitas,” ucapnya.

Butler menambahkan, sebagian besar materi pemain PSMS memiliki kualitas tampil di Liga 2. Sejumlah pemain muda juga membutuhkan waktu sedikitnya dua tahun untuk mengembangkan kemampuan.

“Saya menyatakan 95 persen pemain PSMS musim lalu ada di Liga 2. Kalau Anda rekrut pemain seperti itu, maka akan menjadi masalah. Bahkan sekalipun Anda membawa Jose Mourinho, Arsene Wenger, atau Unai Emery ke sini [Medan], tidak mudah. Pelatih bukan tukang sulap,” tutur Butler.

Memang situasi ini sangat sulit untuk karirnya. “Saya tahu ini, karena saya sudah menjalani lebih dari 500 pertandingan di Inggris. Tapi ini akan membuat mental pemain muda kami lebih kuat, terutama pengalaman bertanding mereka,” bebernya.

Untuk pemain muda, berharap bisa belajar lebih kuat, dan menjadi pemain bagus di masa mendatang. “Mungkin dua hingga tiga tahun lagi pengalaman yang didapatkan akan berguna,” imbuhnya.  tol

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed