Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara resmi menutup rangkaian Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) ke-IV Kadin 2026 yang dirangkai dengan peringatan HUT Kadin ke-58, di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (24/9/2026)
Acara penutupan dihadiri oleh jajaran pengurus, Ketua Panitia Pelaksana Aftahudin, Ketua Umum Kadin Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah mewakili Gubernur Kalsel, H Muhidin.
Ketua Umum Kadin Kalsel, Shinta Laksmi Dewi menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya menggenjot potensi ekonomi daerah melalui berbagai terobosan, salah satunya lewat Borneo Business Forum yang akan rutin digelar tiap dua bulan sekali.
Dalam kesempatan tersebut, Shinta juga menyoroti komoditas unggulan daerah yang sempat menjadi andalan ekspor.
“Kami ingin meningkatkan kembali potensi rotan sebagai salah satu tonggak ekspor Kalsel. Rotan sebenarnya bisa dibudidayakan, namun kendalanya saat ini terbentur regulasi perdagangan terkait larangan ekspor bahan mentah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rapimprov KADIN 2026, Aftahudin menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia secara hybrid. Tujuannya sebagai sarana konsolidasi organisasi, memperkuat koordinasi, serta mengoptimalkan peran dunia usaha dalam perekonomian nasional maupun daerah.
“Rapimprov ini bertujuan sebagai forum konsolidasi hingga pengembangan organisasi, serta menyerap aspirasi dunia usaha guna merumuskan langkah strategis bagi kemajuan perekonomian Kalimantan Selatan,” ujar Aftahudin.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1987 tentang KADIN serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2022 tentang Persetujuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KADIN.
Setelah penyampaian rekomendasi hasil rapimprov dan penyerahan penghargaan UMKM Naik Kelas kepada sejumlah pelaku usaha, dilanjutkan dengan sambutan Asisten III Setdaprov Kalsel, Dinansyah yang mewakili Gubernur Kalsel, H Muhidin. Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Muhidin menekankan pentingnya menjaga kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurutnya, Kalsel memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga perdagangan dan jasa.
“Tantangannya adalah cara meningkatkan potensi itu agar punya nilai tambah. Kita jangan terus-menerus menjual bahan mentah. Kita harus dorong hilirisasi, pengolahan, branding, dan pemasaran sehingga produk dari Banua punya daya jual tinggi. Kalsel kita dorong jadi gerbang logistik Kalimantan agar produk lokal tembus pasar nasional dan internasional,” ungkapnya.
Fokus Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Mendunia
Mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia”, Ketua Umum KADIN Kalsel, Shinta Laksmi Dewi memastikan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari korporasi besar hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam hal ini, imbuhnya, untuk mendorong UMKM naik kelas, KADIN Memberikan dukungan penuh agar UMKM menghasilkan produk berkualitas tinggi, berdaya saing, dan berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, KADIN juga memberikan fasilitasi berupa sosialisasi sertifikasi, mempermudah akses perbankan melalui kerja sama strategis, serta memberikan pelatihan standar kualitas rasa, tampilan, dan pengemasan (packaging).
“Kami juga memfasilitasi pelaku UMKM melalui bazar, pasar murah, dan pameran, khususnya bagi industri berbasis pengolahan dan kuliner,” tuturnya.
Selain fokus pada UMKM, KADIN Kalsel juga memperkuat kelembagaan di tingkat kabupaten/kota serta sepakat untuk terus menggencarkan Borneo Business Forum melalui Focus Group Discussion (FGD) guna memperkuat hilirisasi dan ketahanan ekonomi daerah. Pada bagian lain, KADIN Kalsel menyoroti dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada sektor dunia usaha.Pihaknya menyayangkan mitigasi yang terlambat, sehingga kurang terantisipasi dengan baik sebelumnya.
KADIN Kalsel berharap, penanganan karhutla ke depan dapat lebih optimal agar seluruh elemen dunia usaha dapat kembali berproduksi secara aktif dan aman.
Penulis: Cynthia
Follow Google News Barito Post