Kadar Garam Terlalu Tinggi Cemari Sungai, PAM Bandarmasih Stop Total Intake Sungai Bilu

Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zulbadi dan Direktur Operasional, Irwan Firmana

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Kadar garam akibat intrusi air laut semakin meningkat dan mencemari sungai di Banjarmasin. Kondisi inipun memperparah kualitas air baku PT Air Minum Bandarmasih hingga tidak layak konsumsi.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, Menyampaikan keadaan air baku sekarang sudah tercemar garam mencapai 2.119 PPM, melebihi ambang batas standar baku mutu 250 PPM.

Sample itu terjadi di Intake Sungai Bilu, Banjarmasin Tengah dan atas kondisi itu juga memaksa pihaknya menghentikan pengambilan air baku di Sungai Bilu.

“PT Air Minum Bandarmasih harus menghentikan sementara operasional Intake Sungai Bilu yang menyebabkan berkurangnya debit distribusi air ke Pelanggan. Karena sudah melebihi standar ambang mutu air baku, yang dalam ini telah mencapai 2.119 PPM sedangkan batasnya 250 PPM, jadi sudah sangat jauh,” ucapnya.

Zulbadi melanjutkan, PAM Bandarmasih mencari langkah alternatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu opsi yang sedang diusulkan adalah distribusi air dengan kadar garam di atas standar untuk fungsi penggunaan yang berbeda, khususnya hanya untuk kebutuhan MCK, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keamanan yang berlaku.

mengatakan kondisi air baku saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama, sehingga diperlukan langkah cepat dan terukur untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan.

“Saat ini kami terus mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan air baku. Salah satu yang sedang kami usulkan adalah pemanfaatan air untuk kebutuhan MCK, tentunya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujar Zulbadi.

Penghentian sementara Intake Sungai Bilu berdampak pada penurunan debit distribusi di sejumlah wilayah. Di Banjarmasin Barat, distribusi turun sekitar 40 persen, sementara Booster S. Parman turun sekitar 39 persen. Penurunan juga terjadi di Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur, masing-masing sekitar 8 persen, serta sebagian wilayah Banjarmasin Utara.

Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Irwan Firwana, mengatakan perusahaan mengoptimalkan transfer air dari IPA 2 Pramuka ke IPA 1 sekitar 1.000 meter kubik per jam. Dengan skema tersebut, debit pelayanan IPA 1 masih dapat dimaksimalkan sekitar 1.750 meter kubik per jam.

“Kalau kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan beroperasi, kami juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu distribusi kepada pelanggan,” jelas Irwan.

Manajemen menegaskan bahwa penurunan distribusi dilakukan selama terjadi keterbatasan air baku akibat kondisi kemarau dan intrusi air laut. Penyesuaian distribusi akan terus dilakukan berdasarkan kondisi ketersediaan air baku dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.

Apabila kondisi air baku kembali membaik dan Intake Sungai Bilu dapat beroperasi secara normal, PT Air Minum Bandarmasih akan melakukan penyesuaian distribusi sesuai kebutuhan masyarakat.

Manajemen juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air dan mulai menampung air di rumah sebagai langkah antisipasi selama kondisi air baku masih terbatas.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi saat ini. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” tutup Zulbadi.

Penulis: Hamdani

Follow Google News Barito Post

Related posts

SMSI Kalsel Berhasil Cetak 30 Wartawan Kompeten, Yamin Apresiasi UKW yang Profesionalisme

Cegah Balap Liar, Satlantas Polresta Banjarmasin Tindak 30 Pelanggar di 4 Titik

Dua Hari Berturut-turut Banjarmasin Dilanda Kebakaran, Rumah Warga di Pembangunan dan Cemara Rusak