Banjarmasin, BARITO
Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi langkah awal bagi jajaran pengurus partai di Kalimantan Selatan untuk memperkuat kembali struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
Sekretaris DPW PKB Kalimantan Selatan, Hj Hilyah Aulia, mengatakan penguatan struktur menjadi salah satu fokus utama setelah seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Kalsel menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan.
Penyerahan SK tersebut berlangsung dalam rangkaian tasyakuran Harlah ke-28 PKB yang digelar DPW PKB Kalsel, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Hilyah, setelah menerima SK, seluruh DPC harus segera melakukan konsolidasi internal dan melengkapi susunan kepengurusan di masing-masing wilayah.
“Alhamdulillah, hari ini seluruh DPC sudah menerima SK. Setelah ini tentu tugas kita adalah melakukan pembenahan dan konsolidasi struktur, termasuk melengkapi kepengurusan sampai ke tingkat ranting,” ujar Hilyah.
Ia menjelaskan, para ketua DPC sebelumnya telah dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP PKB di Jakarta pada 23 Juli 2026. Selanjutnya, penyusunan struktur kepengurusan dilakukan melalui tim formatur yang melibatkan unsur DPW, ketua DPC terpilih dan sekretaris terpilih.
Hilyah menilai, proses penataan struktur tersebut sangat penting untuk memastikan mesin organisasi PKB di Kalsel dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Yang kita inginkan bukan hanya struktur di atas kertas, tetapi organisasi yang benar-benar bergerak. Karena itu, konsolidasi harus dilakukan dari DPC sampai ke ranting,” katanya.
Ia menambahkan, DPW PKB Kalsel juga akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah struktur kepengurusan yang belum memenuhi ketentuan organisasi terbaru dari DPP PKB.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah komposisi usia pengurus. Dalam ketentuan baru tersebut, terdapat sejumlah posisi yang diarahkan untuk diisi oleh kader berusia di bawah 35 tahun.
Karena itu, kata Hilyah, apabila terdapat pengurus yang belum sesuai dengan ketentuan tersebut, maka akan dilakukan penyesuaian maupun pergantian.
“Ini bagian dari kaderisasi. Kita ingin dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan sudah memiliki kader-kader muda yang militan dan siap melanjutkan perjuangan partai,” jelasnya.
Selain persoalan komposisi usia, penataan struktur di tingkat kecamatan juga akan menjadi bagian dari agenda konsolidasi. Beberapa wilayah masih memerlukan pembenahan, termasuk Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Hilyah menegaskan bahwa penempatan kader dalam struktur organisasi juga akan memperhatikan domisili sebagaimana tercantum dalam KTP.
“Kalau domisilinya di Banjarmasin Tengah, maka kita tempatkan di struktur Banjarmasin Tengah. Begitu juga dengan wilayah lainnya. Ini supaya struktur kita benar-benar sesuai dengan kondisi dan basis kader di lapangan,” tuturnya.
DPW PKB Kalsel menargetkan seluruh proses pembenahan dan konsolidasi tersebut dapat dituntaskan dalam waktu sekitar satu hingga dua bulan.
Dengan demikian, setelah struktur dinyatakan lengkap, jajaran pengurus di seluruh tingkatan dapat langsung menjalankan program kerja serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Hilyah juga berharap kepengurusan baru di tingkat daerah mampu membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Intinya, setelah SK ini diterima, kita ingin semua pengurus segera bergerak. Konsolidasi harus jalan, struktur harus lengkap, dan kerja-kerja kepartaian harus semakin dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Masrifani