Jemaah Haji Banjarmasin Wafat karena Dehidrasi

by admin
0 comment 2 minutes read

HAJJAH Noor Aida Banli binti H Banli Badau, anggota kelompok terbang (kloter) I Debarkasi Banjarmasin, saat pingsan setelah turun dari pesawat di Bandara Syamsudin Noor, Kamis (30/8) petang.(foto: ist)

Banjarbaru, BARITO-Setelah sempat pingsan setiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kamis (30/8) petang, Hajjah Noor Aida Banli binti H Banli Badau, anggota kelompok terbang (kloter) I Debarkasi Banjarmasin, meninggal dunia di RSUD Idaman Banjarbaru.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan Noor Fahmi melalui keterangan persnya di Banjarmasin, Jumat (31/8), menyebutkan, sesuai analisis tim kesehatan, penyebab meninggalnya Hajjah Noor Aida karena dehidrasi (kurang cairan) dan kelelahan.

“Riwayat perjalanan kesehatan beliau, dari pemberangkatan hingga saat aktivitas ibadah di Arab Saudi, tidak terindikasi ada sakit yang mengkhawatirkan. Hanya saja, dari cerita keluarga, bahwa almarhumah jelang kepulangan enggan banyak minum,” jelasnya.

Keterangan Noor Fahmi dikuatkan salah satu petugas KKP Pelabuhan Kelas II Banjarmasin dr H Khaidir.

“Analisis kami, karena dehidrasi dan kelelahan mengakibatkan gangguan elektrolit dan irama jantung hingga terhenti,” ujarnya.

Noor Fahmi merangkap Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin ini menceritakan, dia menyambut langsung kedatangan kloter pertama itu di Bandara Syamsudin Noor.

Menurutnya, saat menuruni tangga pesawat, Hajjah Noor Aida mendadak merasa pusing dan harus dipapah petugas menuruni anak tangga.

“Kebetulan saya ada di sisi pesawat dan turut melayani almarhumah bersama seluruh rekan dari Kesehatan Pelabuhan Banjarmasin (KKP, red) dan seksi udzur. Saat turun dari pesawat, mukanya sudah sangat pucat. Lalu pingsan. Jadi langsung dibawa petugas medis dengan ambulans ke klinik dan dipasangi oksigen,” ceritanya.

Ditemani suami dan keluarganya, Hj Noor Aida langsung dibawa ke Poli Kesehatan Debarkasi Banjarmasin, seterusnya dirujuk ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

Hj Noor Aida pulang ke tanah air bersama rombongan dengan pesawat Garuda Air Bus 330 Seri 200, nomor penerbangan GA 8201 dan mendarat di Bandara Syamsuddin Noor, Kamis (30/8) pukul 16.59 Wita.

Pesawat yang mengangkut 323 penumpang itu diberangkatkan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Kamis (30/8) dinihari pukul 00.04 WAS. Kedatangan sedianya pukul  16.05 Wita, namun karena take of di Bandara King Abdul Azis terlambat 25 menit dan melawan arus angin, maka pesawat terlambat tiba di tanah air sekitar 54 menit.

Hingga saat keadatangan kloter BDJ 01, tercatat di data Sistem Komputer Haji Terpadu (SISKOHAT) ada 7 orang jamaah haji embarkasi Banjarmasin yang telah meninggal dunia dengan rincian 6 orang jamaah haji asal Kalsel dan 1 jamaah haji asal provinsi tetangga Kalimantan Tengah.

Secara rinci, jemah haji Kalsel dan Kalteng yang wafat adalah  Noor Aida Banli  Binti H Banli Badau (45) beralamat di Jalan Pekapuran A RT.13 No.7 Sei Baru Banjarmasin; Nordiana Bahrani Kursani (54) Kloter 3 asal Kota Banjarmasin; Aminuddin Muksarun Hamimuddin (65) Kloter 3 asal Hulu Sungai Tengah,

Masdar Hamdi Badrun (63) Kloter 6 Asal Tanah Bumbu, Asmah Lawi Syukur (59) asal Kabupaten Banjar, Hasan bin Suma (68) dari Paringin dan Yuritae Alfrid Yunike (60) Kloter 2 Asal Kalimantan Tengah.slm

You may also like

Leave a Comment