Jelang Subuh, Belasan Rumah di Pasar Lama Banjarmasin Dilalap Api

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
Kebakaran hebat dengan api membumbung tinggi terjadi di kawasan Pasar Lama, samping Pos Polisi jembatan setempat, Rabu (16/9/2026) jelang salat subuh. (foto:istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Kebakaran besar melanda kawasan Pasar Lama, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Rabu (16/9/2026) jelang salat subuh sekitar pukul 04.30 WITA.

Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan di bantaran Sungai Martapura, tepatnya di sekitar samping Pos Polisi jembatan Pasar Lama arah belakang. Sejumlah relawan, termasuk anggota amatir radio, turut meng-handle komunikasi di lapangan.

Dari foto yang diterima redaksi, kobaran api tampak membumbung tinggi dan menerangi kawasan sekitar. Asap tebal hitam pekat juga terlihat menyelimuti langit.

Warga panik dan berupaya menyelamatkan diri, sementara api terus membakar bangunan yang mayoritas berbahan kayu. Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran berdatangan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Lokasi kebakaran yang berada di bantaran sungai dengan kondisi permukiman padat membuat api cepat merambat. Jaringan kabel listrik yang berada di sekitar lokasi juga terlihat tepat di atas kobaran api.

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Pasar Lama, Subki mengatakan, sedikitnya 14 rumah terbakar, di antaranya mengalami kerusakan berat, serta satu bangunan mushala Ar-Rahman. Kebakaran tersebut berdampak terhadap 21 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 54 jiwa.

Dia mengungkapkan, api diduga muncul dari samping rumah Sabri (60), yang berada di bagian depan jalan dekat Pos Polisi. Saat kejadian, sebagian warga masih tidur, sementara sebagian lainnya pergi berbelanja ke Pasar Antasari.

“Saat api berkobar, saya sempat menggedor rumah tetangga Sabri, lalu terbangun orang Madura yang jualan sayur tersebut. Jadi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat terjadi kebakaran, listrik lambat dipadamkan sehingga pihak damkar kesulitan dalam memadamkannya,” beber Subki.

Ketua RT 02 ini menambahkan, sebagian rumah di bantaran Sungai Martapura tersebut dihuni penyewa. Kondisi bangunan yang padat dan mayoritas terbuat dari kayu lawas membuat proses pemadaman berlangsung hampir dua jam.

Di antara bangunan yang terbakar terdapat rumah milik H Sabri yang sekaligus digunakan untuk usaha warung teh. Kemudian rumah H Aluh yang disewa warga asal Madura untuk berjualan sayur sekaligus tempat tinggal.

Berikutnya terdapat rumah H Udin yang digunakan untuk berjualan beras. Rumah lainnya milik Hamdani digunakan untuk berjualan daging, Fatma berjualan pancarekenan, dan H Abdul Hamid berjualan barang pecah belah.

Selanjutnya Fathansyah berjualan parutan kelapa, sedangkan rumah Yoyok dalam kondisi kosong dan digunakan sebagai tempat parkir.

Kemudian rumah milik H Haniah digunakan untuk berjualan ayam, Hendra berjualan pancarekenan, serta rumah H Suriano yang disewa Abdurahman Wahid untuk berjualan daging.

Bangunan milik Fauzi digunakan untuk berjualan makanan ringan. Sementara rumah Ridho dan Nor Aida mengalami kerusakan berat. Rumah Aida yang berada di belakang bangunan Ridho disebut baru saja selesai dibenahi.

Penulis : Arsuma

Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar