oleh

Janji Politik Sukamta di Riam Pinang Bakal Diwujudkan

Pelaihari,BARITO – Sejak menjabat sebagai bupati Tanah Laut sampai tahun 2023 mendatang, Bupati Tanah Laut HM.Sukamta harus menata kembali terhadap janji-janji politiknya saat kampanye bersama Abdi Rahman sebagai wakil bupati Tala.

Di Desa Riam Pinang Kecamatan Bajuin, ada janji politik Sukamta disana. Dan perlahan, janji politik itu pun mulai Sukamta penuhi.

Janji politik Sukamta di Desa Riam Pinang atau tepatnya Dusun Riam Pinang Desa Tanjung adalah membuka akses jalan alternatif yang menghubungkan ke Kabupaten Banjar. Melalui Dusun Riam Pinang inilah sebagai pintu gerbang Kabupaten Tanah Laut munuju Kabupaten Banjar.

Jika selama ini menuju Kabupaten Banjar melalui jalan nasional, maka kini tengah dirintis jalan alternatif ke Kabupaten Banjar melalui Desa Riam Pinang di Kecamatan Bajuin yang jauh lebih hemat sejauh 7 km.

Melalui medan yang berbatu, tanah merah, pegunungan, hutan dan kadang ada jurang saat melewati jalan alternatif ini.

Membuka akses jalan hingga sampai ke Kabupaten Banjar adalah salah satu janji politik saat mencalon sebagai bupati Tala, maka kepada masyarakat di Desa Tanjung menembuskan akses jalan. Mulai dari Pelaihari, Tanjung, Riam Pinang hingga tembus sampai Kabupaten Banjar, demikian Bupati Tala Sukamta Selasa, (9/2) kepada Barito Post mengungkapkan.

“Pembicaraan bersama gubernur Kalsel, justru didesak agar jalan itu segera direalisasikan karena akan ada penyelesaian jalan melalui daerah Kiram yang terkoneksi dengan jalan baru ini. Akan diselesaikan pula sampai ke daerah Awang Bangkal dan Mandiangin,”kata Sukamta.

Ia menambahkan, jalan ini kelak jadi jalan wisata. Baik dari kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kiram, Tanjung, Bajuin, Pelaihari hingga sampai ke pantai. Membuka jalan baru ini juga untuk membuka isolasi sekaligus membangun perekonomian baru.

Akses jalan baru sepanjang 7 km ini nantinya bersama dengan TNI lewat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada bulan Juni mulai dikerjakan. Jalur alternatif ini pun sebagai pengganti pada saat jalan nasional terjadi kendala macet karena bencana khususnya menuju Kabupaten Banjar.

“Ketika pengerjaan badan jalan nanti, warga Desa Tanjung tidak minta ganti rugi, hal inilah yang menjadi kebanggaan,”tutup Sukamta.

Menyusuri embrio jalan alternatif ini sudah pernah dilakukan Sukamta bersama komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA) Wani Hangit Desa Riam Pinang dan Dandim 1009 Pelaihari Letkol Adi Yoga Susetyo serta SKPD terkait.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed