Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Tim Haus Soccer melayangkan protes resmi terhadap BKS terkait dugaan penggunaan akun aplikasi SIAP milik Junior 2000 diperhelatan Piala Soeratin 2026 Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pelatih SSB Haus Soccer, Indra Syapruddin, bersama Manajer SSB Haus Soccer Erik, menyampaikan keberatan terhadap keikutsertaan BKS sebenarnya telah disampaikan secara lisan jauh sebelum babak delapan besar tingkat provinsi digelar.
Pihaknya juga mempertanyakan status BKS yang dinilai menggunakan akun SIAP milik Junior 2000. Padahal, Junior 2000 sebelumnya telah tersingkir pada kompetisi tingkat Kota Banjarmasin.
“Jauh sebelum delapan besar provinsi dimulai, kami sudah menyampaikan keberatan secara lisan kepada tim BKS. Kami menilai secara regulasi BKS tidak berhak tampil di tingkat provinsi karena menggunakan akun SIAP milik Junior 2000 yang sudah kalah di tingkat kota,” terangnya.
Keberatan tersebut kemudian kembali disampaikan secara tertulis ketika SSB Haus Soccer bertemu BKS dalam pertandingan tingkat provinsi.
“Kami sudah menyampaikan protes secara tertulis kepada PP Pertandingan. Pada dasarnya, kami mempersoalkan pemain BKS yang menggunakan akun aplikasi SIAP milik Junior 2000 yang sudah kalah di tingkat Kota Banjarmasin,” terangnya.
Indra menegaskan, protes tersebut bukan semata-mata karena hasil pertandingan, tetapi menyangkut persoalan administrasi dan regulasi peserta. “Setiap tim yang berlaga di tingkat provinsi seharusnya memiliki akun SIAP masing-masing,” tegasnya.
Ia mempertanyakan bagaimana akun tim yang sudah tersingkir di tingkat kota masih dapat digunakan untuk tampil pada kompetisi tingkat provinsi. “Kalau di tingkat kota masih ada mekanisme manual, itu menjadi persoalan tersendiri. Tetapi ketika sudah masuk tingkat provinsi, menurut kami harus jelas dan masing-masing tim wajib memiliki akun PSSI,” ucapnya.
Terkait tindak lanjut protes, Indra mengatakan surat keberatan telah diserahkan kepada PP Pertandingan. Pihaknya juga terus berkomunikasi untuk mengetahui sejauh mana proses laporan tersebut diteruskan.
“Kami berharap karena ini protes resmi, surat tersebut dapat sampai ke Komite Disiplin Asprov PSSI Kalsel. Kami masih menunggu dan akan terus menindaklanjuti sampai jelas prosesnya,” ujarnya.
Tidak hanya kepada panitia pertandingan, SSB Haus Soccer juga menyiapkan laporan tersendiri yang akan disampaikan kepada Komite Disiplin PSSI dan PSSI Pusat melalui surat elektronik. Laporan tersebut berisi kronologis serta temuan yang menurut mereka terjadi di lapangan.
Sementara itu, Indra menyebut pihak BKS sebelumnya telah menerima keberatan yang disampaikan Haus Soccer. Bahkan, menurutnya, BKS terkesan menyadari adanya persoalan administrasi terkait penggunaan akun SIAP tersebut.
“Kami mendapat informasi bahwa pemain BKS masuk menggunakan akun Junior 2000 karena mereka tidak memiliki akun SIAP sendiri. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” jelasnya.
Haus Soccer berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme regulasi yang berlaku. “Sehingga tidak menimbulkan polemik lebih lanjut dalam kompetisi tingkat Provinsi Kalsel,” imbuhnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post