Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Pelaksanaan Banua Duathlon Challenge (BDC) 4 Kalsel 2026 berjalan sukses, Sabtu (29/8/2026) di Kebun Raya Banua, Banjarbaru. Even yang menggabungkan lari dan sepeda ini diikuti juga atlet dari sejumlah provinsi di Indonesia.
Seluruh peserta BDC Kalsel ini, dilepas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, serta Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalsel, Budiono.
“BDC menjadi salah satu ajang olahraga yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur serta perwakilan kabupaten/kota di Kalsel. Kemudian rata-rata juga ada perwakilan dari kabupaten dan kota,” ungkap Pebriadin Hapiz.
Ia menjelaskan, peserta harus menyelesaikan rangkaian lomba yang terdiri dari lari sejauh 8 kilometer, dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 40 kilometer, kemudian ditutup dengan lari sejauh 10 kilometer.
Menurutnya, pelaksanaan BDC tahun ini juga menyesuaikan kondisi cuaca dan kualitas udara berdasarkan perkembangan informasi dari BMKG. Waktu pelepasan peserta disesuaikan demi mengutamakan faktor kesehatan dan keselamatan.
“Kita desainnya sebenarnya pukul 06.30, tetapi karena ramalan BMKG kita sesuaikan. Orientasi kita adalah sehat. Jadi ketika kabut sudah mulai menipis, baru kita lakukan pelepasan,” bebernya.
Pebriadin menambahkan, kehadiran peserta dari luar daerah dalam BDC turut memberikan dampak positif terhadap pengembangan sport tourism di Kalsel. Para peserta dan pendamping yang datang dari luar daerah berpotensi menginap, berbelanja, serta mengunjungi berbagai destinasi di daerah ini.
“Sudah barang tentu ini akan menumbuhkan sport tourism. Mereka hadir, tentu datang dan menginap, mereka akan belanja dan jalan. Jadi kita berharap ekonomi Kalimantan Selatan juga ikut tumbuh dari kegiatan ini,” katanya.
Selain sebagai ajang olahraga, BDC juga diharapkan menjadi sarana bagi atlet triathlon untuk mengukur hasil latihan sekaligus membandingkan kemampuan dengan atlet dari daerah lain.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi ajang bagi teman-teman untuk menguji latihan mereka selama ini. Dengan adanya atlet dari daerah lain, mereka bisa melakukan komparasi bagaimana progres latihan mereka selama ini,” tutur Pebriadin.
Ia berharap dari penyelenggaraan event secara berkelanjutan dapat muncul bibit-bibit atlet triathlon baru yang mampu mengharumkan nama Kalsel di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua FTI Kalsel, Budiono, mengapresiasi dukungan Dispora Kalsel terhadap penyelenggaraan BDC 4. “Event ini menjadi momentum penting bagi atlet elite maupun junior untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Beberapa atlet kita, baik itu elite maupun junior, bisa turun pada event ini. Atlet dari provinsi lain juga hadir, seperti Kaltim, Jakarta dan Jatim. Ini tentunya menjadi ajang kompetisi sekaligus evaluasi untuk pembinaan atlet,” bebernya.
Budiono mengatakan, seluruh atlet triathlon dari kabupaten/kota di Kalsel mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam BDC 4, baik kategori elite maupun junior.
Ia juga melihat adanya peningkatan jumlah atlet baru yang mengikuti event tersebut. Bahkan, sebagian di antaranya menjadikan BDC 4 sebagai pengalaman perdana dalam mengikuti kompetisi.
“Banyak sekali atlet-atlet baru. Beberapa kabupaten luar biasa. Saat technical meeting dan pendaftaran, kita melihat banyak atlet baru yang mungkin ini menjadi ajang perdana bagi mereka,” ujarnya.
Keikutsertaan atlet-atlet baru menjadi modal penting dalam proses regenerasi. Pengalaman mengikuti kompetisi diharapkan dapat memberikan pelajaran sekaligus meningkatkan motivasi mereka untuk terus berlatih dan kembali berkompetisi pada event berikutnya.
“Ini menjadi pelajaran sekaligus spirit bagi mereka untuk mengikuti event ini dan event-event berikutnya,” ucapnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post