Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai meningkat seiring kondisi cuaca panas dan minimnya hujan dalam beberapa waktu terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mencatat sebanyak 23 kejadian kebakaran dalam kurun waktu Juli hingga Agustus 2026.
Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan, kebakaran tersebut tersebar di lima kecamatan di Kota Seribu Sungai. Namun, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan tidak produktif, sementara sebagian kejadian lainnya berupa kebakaran bangunan rumah.
“Jadi sebenarnya Karhutla itu bisa diatasi asal masyarakat mau disiplin tidak membakar sampah. Dari 23 titik yang terjadi sejak Juli hingga Agustus kemarin, sebagian besar bukan lahan produktif,” beber Husni, Selasa (11/8/2026) pagi.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Apel Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang dipimpin Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin.
Menurut Husni, salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih. Dari luas lahan sekitar 2,351 hektare, hampir 0,95 hektare di antaranya terbakar dan diduga akibat kesengajaan.
“Karhutla ini sebagian besar karena warga membakar sampah atau puntung rokok yang dibiarkan hidup saat dibuang lalu ditinggal pergi,” ujarnya.
Husni menilai kebiasaan membakar sampah masih menjadi salah satu pemicu kebakaran yang sebenarnya dapat dicegah. Terlebih dalam kondisi cuaca panas, api kecil sekalipun berpotensi cepat merambat ke lahan kering di sekitarnya.
“Berarti kan kelalaian kita dan sebenarnya bisa diatasi. Makanya kita memperkuat imbauan ini kepada masyarakat, jangan lagi membakar sampah. Walaupun ditunggui, bahaya juga. Jadi tidak usah dibakar sampah-sampah itu,” ingatnya.
Ia menyarankan masyarakat mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang lebih aman dan memiliki nilai manfaat, seperti mengolahnya menjadi kompos maupun memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Jangan dibakar lagi, termasuk puntung rokok saja bisa menjadi pemicu kebakaran. Apalagi membakar sampah, karena sebagian besar yang lalai ditinggalkan lalu menjalar ke lahan,” tandas Kepala BPBD Kota Banjarmasin ini.
Husni menjelaskan, kebakaran lahan tidak produktif lebih banyak terjadi di wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara. Sementara di Banjarmasin Barat, kejadian kebakaran lebih banyak terjadi di kawasan permukiman.
Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah paling penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius
Follow Google News Barito Post