Generasi Segar, Gerakan Sekolah Untuk Siswa Sehat dan Bugar

by baritopost.co.id
1 comment 6 minutes read

Oleh: Hermien Nugraheni Prajoga

Kehidupan manusia masa kini adalah kehidupan modern didukung oleh teknologi
yang berkembang sangat pesat. Teknologi dirancang dengan tujuan mempermudah hidup manusia.

Hidup manusia dimanjakan dengan kemajuan teknologi, menyebabkan penurunan aktivitas fisik dan meningkatnya sedentary lifestyle (gaya hidup minim gerak) yang berakibat obesitas (Arundhana et al, 2013). Sedentary lifestyle menjadi isu penting dalam kesehatan
masyarakat.

Sedentary lifestyle merupakan kebiasaan seseorang yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik, seperti duduk atau berbaring sambil menonton televisi, bermain
game, membaca, dan duduk diam.

Tren sedentary lifestyle di Indonesia mengalami peningkatan dari 26,1% pada tahun 2013 menjadi 33,5% pada tahun 2018 (Riskesdas, 2018).

Proporsi penduduk Indonesia dengan perilaku sedentari 2 6 jam perhari sebesar
24,1%, sedangkan di Kalimantan Selatan sebesar 20% (Riskesdas, 2018). Menurut hasil dari Riskesdas (2018), hampir separuh proporsi penduduk yang melakukan sedentary behaviour selama 3-6 jam per harinya adalah anak usia lebih dari sepuluh tahun yaitu sebesar 42,0%.

Hal ini menunjukkan bahwa anak usia sekolah dasar lebih banyak menghabiskan separuh waktunya untuk melakukan sedentary behaviour, sehingga meningkatkan risiko obesitas.

Banyak manfaat yang dapat diambil dari aktivitas fisik bagi anak-anak usia sekolah
dasar. Secara jasmani dan faali, aktivitas fisik dapat menjadikan otot lebih lentur dan kuat, tulang lebih padat, dan darah bersirkulasi lebih lancar.

Dampak lebih lanjut dari kondisi
tersebut adalah meningkatnya kebugaran dan status kesehatan. Secara mental, aktivitas fisik dapat menjadikan anak lebih ceria, rilek, dan tenang sehingga terbebas dari stress.

Secara sosial, aktivitas fisik dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal dunia luar lebih jauh, termasuk di dalamnya bersosialisasi dengan teman sebaya. Dengan demikian, aktivitas fisik bermanfaat secara fisik, mental, dan sosial sehingga berpengaruh pula terhadap kegiatan belajar, baik di dalam maupun di luar kelas.

Meskipun sudah diketahui oleh banyak orang, bahwa aktivitas fisik sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa, namun masih banyak anak yang kurang bergerak. Masih ada 50%6
lebih anak sekolah dasar dalam kategori kurang aktif; tepatnya sebanyak 9,6% tidak aktif.

dan 54,1% kurang aktif; artinya tingkat aktivitas fisik para peserta didik sekolah dasar masih sangat kurang Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi sedentary behaviour dan meningkatkan aktivitas fisik siswa, salah satunya adalah dengan memberikan promosi kesehatan di lingkungan sekolah.

Promosi kesehatan yang dapat diberikan berupa peningkatan aktivitas fisik dan memperbaiki perilaku makan. Dukungan orangtua, modifikasi lingkungan, serta kebijakan khusus terkait aktivitas di sekolah juga diperlukan untuk mendukung pengurangan sedentary behaviour yang dilakukan anak usia sekolah (Minges et
al., 2016).

Upaya pendidikan yang lengkap merupakan upaya pendidikan yang dalam pelaksanaannya melibatkan tiga pihak, yaitu sekolah, orangtua, dan masyarakat, serta
didukung oleh pemerintah dalam hal pembinaan dan pendanaannya.

Demikian pula dengan peningkatan aktivitas fisik siswa sekolah dasar. Sebagai salah satu upaya pendidikan, peningkatan aktivitas fisik tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga orangtua dan masyarakat.

Kaidah semacam ini sudah diterapkan di dalam promosi sekolah sehat (The Health Promoting Schools/H PS) pada skala internasional.

Pola pembinaan peningkatan aktivitas fisik siswa sekolah dasar adalah pola pembinaan yang melibatkan tiga unsur utama, yaitu orang tua, sekolah, dan masyarakat, di mana di dalamnya terdapat aspek-aspek pembelajaran, penataan lingkungan dan pelayanan, menuju sekolah sehat
paripurna (Comprehensive School Health/CSH), dalam rangka peningkatan aktivitas fisik di luar jam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Di Indonesia, program promosi sekolah sehat dibingkai dalam suatu program yang
disebut dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). UKS di Indonesia lebih banyak
menggarap tentang kesehatan pada awal pembentukannya, muatan aktivitas fisik untuk mencapai kebugaran jasmani yang baik masih sangat kurang.

Oleh karenanya, pola pembinaan peningkatan aktivitas fisik siswa menjadi generasi yang aktif, sehat dan bugar
(Generasi Segar) bisa dilakukan dengan merevitalisasi sumberdaya yang sudah ada di tiap sekolah (UKS) dengan menambahkan konsep sekolah sehat paripurna (Comprehensive School HealthICSH), yaitu menempatkan aktivitas fisik sebagai satu kesatuan untuk menjadikan siswa yang aktif dan sehat.

Menjadi suatu gerakan di tingkat sekolah dalam upaya mewujudkan “Generasi Segar” (generasi yang sehat dan bugar)
Untuk itu, langkah awalnya adalah melibatkan seluruh guru di dalam program
“Generasi Segar”, khususnya dalam aktivitas fisik harian (Daily Physical Activity) yaitu sosialisasi oleh kepala sekolah tentang program tersebut pada setap kesempatan
pertemuan dengan para guru dan staf sekolah (Pangrazi, 2007).

Arah dari sosialisasi adalah terwujudnya kesadaran guru kelas dan staf sekolah lainnya bahwa pengembangan siswa yang aktif dan sehat merupakan upaya sekolah yang cakupannya cukup luas dan perlu keterlibatan seluruh pihak.

Guru kelas yang ada di sekolah hendaknya juga diberi penjelasan tentang tujuan dan manfaat dari program pendidikan jasmani dan aktivitas fisik harian, sehingga pemberian tugas di rumah yang lebih dikenal dengan istilah “PR” (pekerjaan rumah) dapat diramu lebih baik untuk menjadikan siswa lebih aktif.

Pemberian tugas berupa mengerjakan soal-soal dalam LKS (lembar kegiatan siswa) dimodifikasi dengan penugasan
gerak atau aktivitas fisik secara nyata. Banyak cara yang dapat ditempuh dalam
memberikan tugas/pekerjaan rumah agar siswa semakin aktif, salah satunya guru dapat membuat logbook aktivitas fisik dengan memodifikasi darñ sumber aslinya (activitygram) kemudian disesuaikan dengan kebutuhan.

Activitygram adalah komponen software untuk logging fitnessgram di mana siswa diminta merekam dan melaporkan aktivitas fisik mereka sehari-hari, dengan mengisi logbook “Segar Ceria” (sehat, bugar, cerdas, bergembira) setiap hari.

Logb0ok yang berisi rekaman aktivitas fisik siswa ini menjadi alat pengukur tingkat
aktivitas fisik anak sebelum, selama, dan setelah sekolah, dalam waktu menetap.

Bagi sekolah, logbook menjadi alat pemantau aktivitas fisik siswa sehari-hari, dan mendapatkan gambaran kualitas keaktifan siswa secara fisik untuk kesehatannya. Sedangkan bagi siswa sendiri, logbook menjadi motivator yang menyemangati siswa untuk makin meningkatkan kegiatan fisiknya sehari-hari, karena merasa dipantau dan dinilai.

Dalam rangka melawan epidemi obesitas dan menciptakan komunitas sekolah yang aktif dan sehat, guru dan seluruh komponen sekolah, termasuk orangtua harus bekerjasama dan melibatkan masyarakat.

Guru harus memiliki peluang untuk membangun jejaring atau memperluas kemitraan dengan masyarakat dan para komunitas olahraga dan kesehatan untuk menciptakan kesempatan bagi siswa agar aktif ketika berada di luar sekolah.

Program-program dan perkumpulan olahraga harus diperluas cakupannya sehingga dapat memberi kesempatan kepada anak-anak untuk gemar berolahraga dengan
biaya murah. Olahraga yang dilakukan dengan senang hati, pasti akan ditekuni, dan
menghasilkan prestasi. Ini keuntungan dari sisi lain.

Mengapa tidak?
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan bagian penting dari
kurikulum sekolah yang dirancang untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk menjadi aktif dan sehat dalam hidupnya.

Jika para siswa mampu melakukan aktivitas fisik cukup di luar pembelajaran PJOK, maka dapat dikatakan bahwa PJOK telah berhasil menjadikan siswa mempunyai kebiasaan hidup aktif, menuju sehat dan bugar. Kondisi sehat dan bugar memberikan dampak yang positif untuk siswa karena kebugaran jasmani merupakan hal yang penting untuk meningkatkan prestasi belajar.

Aktivitas fisik yang cukup mampu menjadi penopang dalam kehidupan sehari-hari
agar bisa mencapai suatu kondisi kesehatan yang prima sehingga dapat berkontribusi
dalam proses pembelajaran dan akan berpengaruh pada suatu pencapaian prestasi secara kognitif, afektif dan psikomotor. (BARITOPOST.CO.ID)

*) Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNDIP

Baca Artikel Lainnya

1 comment

Kafilah Bali Apresiasi Pendampingan Sekretariat DPRD Kalsel Selama Pelaksanaan MTQ Nasional XXIX - Barito Post Senin, 17 Oktober 2022, 15:34 - 15:34

[…] Baca Juga: Generasi Segar, Gerakan Sekolah Untuk Siswa Sehat dan Bugar […]

Reply

Leave a Comment