oleh

Garap Video Klip Dipantai Batakan Baru

Pelaihari,BARITO Artis ibukota yang asli orang Banjarmasin Ian Kasela yang juga vokalis grup band Raja, bertandang ke Kabupaten Tanah Laut.

Kamis,(26/11) Ian Kasela beserta kru band Raja lainnya mampir sejenak ke kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Tala dan diterima kadispar Tala Ismail Fahmi beserta jajaran staf Dispar. Kedatangan Ian pun menjadi momen untuk berselfi segenap karyawan Dispar.

Kedatangan Ian Kasela beserta grup bandnya mempunyai misi untuk mengangkat kepariwisataan di Kabupaten Tanah Laut melalui album terbaru mereka yang berjudul “Fantastic Tanah Laut” dengan berdurasi 2 menit 23 detik tersebut.

Untuk melengkapi album baru tersebut, Ian dan kru band Raja pun membuat video klip diobjek wisata Pantai Batakan Baru di Kecamatan Panyipatan (40 km dari kota Pelaihari).

Dalam keterangan persnya Ian Kasela menyebut, sebagai orang banua merasa turut bertanggung jawab terhadap daerahnya sendiri Kalsel tanah kelahiran, khususnya Kabupaten Tanah Laut yang sangat luar biasa.

“Jangan hanya bicara Bali, Raja Ampat, dan lainnya di Tanah Laut pun semua itu ada,”ucapnya.

Ia menambahkan, album Fantastic Tanah Laut membawa pesan bahwa di Kabupaten Tanah Laut yang merupakan bagian dari Kalsel sangat memiliki alam dan objek wisata yang tidak kalah menariknya dengan banua lain di Kalsel ini.

Lebih lanjut terangnya, sungguh ini sesuatu yang luar biasa adanya idr dari Ismail Fahmi selaku kepala Dispar Tala yang mencoba terobosan-terobosan dalam rangka mengangkat kepariwisataan didaerahnya. Dan bagi grup band Raja jelas dalam pembuatan album Fabtastic Tanah Laut tidak main-main, semua dikemas sebagus mungkin,terang pria yang kerap memakai kacamata hitam ini.

Sebelum menuju Pantai Batakan Baru, Ian Kasela beserta krunya mampir kekediaman Bupati Tala H.M.Sukamta di Jalan Pancasila.

Dijamu Sukamta diruang VVIP kediaman bupati Tala, Ian dan krunya terlihat ngobrol-ngobrol santai,bahkan bagi Ian Kasela sendiri lebih banyak menggunakan bahasa Banjar ngobrol bersama Sukamta, sementara kru lainnya nampak mencermati pembicaraan Sukamta dan Ian Kasela yang memakai bahasa Banjar.

Baik Ian Kasela maupun Bupati Tala saling tukar menukar cinderamata. Sukamta memberikan kain Sasirangan produksi UKM dari Desa Martadah Baru Kecamatan Tambang Ulang, begitu sebaliknya Ian Kasela pun memberikan cinderamata kepada Sukamta.

Sukamta dalam penjelasannya kepada pers mengutarakan, apa yang dilakukan Ian Kasela bersama grup bandnya sangat direspon positif dan patut diacungkan jempol.

“Kalau bukan kita sendiri siapa lagi untuk mempromosikan kepariwisataan di Tanah Laut, tentu ini cara yang paling tepat dalam mempromosikan wisata di Tala kepada publik tidak saja lokal bahkan kalau perlu sampai masyarakat internasional,”kata Sukamta.

Sukamta menambahkan, sangat tepat rasanya Ian Kasela sebagai orang asli Banjarmasin mengangkat potensi yang ada di Kabupaten Tanah Laut khususnya sektor wisata, menjadi harapan kerjasama antara band Raja dan Dispar ini terus berlanjut.
Ian Kasela dan krunya pun menuju objek wisata Pantai Batakan Baru di Kecamatan Panyipatan untuk pembuatan video klip Fantastic Tanah Laut.

Sesampainya dilokasi, warga setempat rupanya sudah menunggu. Masing-masing warga saling meminta Ian untuk berfoto bersama melalui smart phone.

Kedatangan Ian sendiri dihadiri Kapolsek Panyipatan Ipda Subardi beserta jajaran dan Camat Panyipatan Agus.S.

Proses pembuatan video klip pun diambil menjauh dari lokasi tenda utama yang telah disiapkan Dispar Tala,dan lokasi dipilih mengarah mendekati Pulau Datu.

Kadispar Tala Ismail Fahmi dilokasi syuting video klip mengungkapkan, lagu fabtastic Tanah Laut merupakan lagu untuk promosi wisata, dan dipilihnya grup band Raja karena sebagai salah satu grup band yang sukses di Jakarta.

“Mereka yang menciptakan lagu dan mereka yang mearansemen lagu tersebut, berharap dengan video klip yang dibuat ini kepariwisatan di Tala semakin maju dan dikenal lebih luas lagi,”kata Fahmi.

Ia menambahkan, untuk video klip tersebut sebenarnya untuk beberapa objek wisata, akan tetapi karena keterbatasan waktu dan keterbatasan dana jadi hanya diambil sampel pada Pantai Batakan Baru. Sisanya berupa file yang dikirimkan ke mereka untuk proses editingnya,tutupnya.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed