Dugaan Keterlibatan Polisi Suami ‘Ratu’ Investasi Bodong Masih Diselidiki, Tak Menutup Peluang akan ada Tersangka Baru

by baritopost.co.id
0 comment 2 minutes read

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel saat ini tengah menyelidiki dugaan keterlibatan FP, suami ‘ratu’ investasi solar bodong yang bertugas di Polda Kalimantan Selatan (Kalsel)

Status keanggotaan Polri , FP terancam dicopot apabila memang terbukti terlibat dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan duit investasi bisnis BBM yang dilakukan istrinya.
“Masih lidik apakah dia (FP) terlibat atau tidak, apakah dia juga tahu apa tidak itu tengah kami dalami,” ujar Kapolda Kalsel, Kombes Pol Winarto, beberapa waktu lalu.“Untuk suaminya ini sudah kita pindahkan, tidak lagi di satker (satuan kerja) sebelumnya,” ujar jenderal bintang dua itu tanpa menjelaskan dimana FP terakhir bertugas.

Winarto memastikan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara transparan dan setiap perkembangannya akan terus disampaikan ke publik.“Kita sudah perintahkan ke Dirkrimum untuk pers rilis setiap dua Minggu sekali tentang perkembangannya,” jelasnya.

Baca Juga:Kombes Sabana tak hanya Pemimpin, Tapi juga Melayani Masyarakat

“Beberapa hari yang lalu setelah lebaran sudah dilakukan penahanan, yang sebelumnya saksi sudah jadi tersangka karena kami mengejar aset-aset yang dimiliki,” pungkas Winarto.

Sebelumnya Ditreskrimum Polda Kalsel tak hanya bakal mengusut pidana pokok dalam kasus investasi solar bodong ini. Mereka juga bakal mengusut adanya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
“Untuk TPPU nanti kita proses setelah pidana pokoknya dinyatakan lengkap oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum),” ujar Direktur Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Erick Frendriz, Kamis (25/4) lalu.“Jadi kita pastikan perkara ini naik, baru TPPU kita susulkan di belakang,” lanjut Frendriz.

Frendriz bilang, dalam TPPU nantinya tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.
Peluang itu tentu masih terbuka lebar apabila nantinya ditemukan ada orang – orang yang turut terlibat dalam kasus ini. Tak terkecuali suami FN, FP.“Itu nanti tentunya terkait dengan pelaku – pelaku lain yang turut menikmati hasil kejahatan. Butuh waktu yang panjang untuk TPPU karena tindak pidana ini dilakukan sejak 2019 sampai 2023,” jelasnya.

Sejauh ini kata Frendriz, sudah ada dua laporan polisi yang tengah ditangani penyidik Subdit III Ditreskrimum. Dimana total korbanya sudah mencapai 60 orang lebih.
“Sekarang ada dua LP. Yang laporan ke dua ini ada dua korban. Kalau yang pertama sudah ada 64 orang korban,” ungkapnya.

Di sisi lain, Frendriz juga meminta publik khususnya untuk para korban agar tetap bersabar dan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Sebab pihaknya berkomitmen bakal menangani kasus ini hingga tuntas.
“Kita harus tuntaskan kasus ini kalau sampai dipidana utama saja belum tuntas. Untuk penuntasannya nanti itu di TPPU-nya,” pungkasnya.

Penulis/ Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Leave a Comment