Ekonomi Kalsel Tumbuh Lampaui Nasional, Prof Ahmad Yunani Sebut Peluang Tetap Terbuka Meski Dolar AS Menguat

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
Prof. Dr. Ahmad Yunani, SE., M.Si (Foto Istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Stabilitas ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 2026 dinilai masih berada dalam kondisi cukup kuat.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi daerah ini pada Triwulan I 2026 tercatat sedikit melampaui capaian nasional.

Pengamat ekonomi sekaligus Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ahmad Yunani, SE, M.Si, mengatakan ekonomi Kalsel tumbuh 5,67 persen (year-on-year), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,61 persen.

“Ini menunjukkan aktivitas ekonomi Kalimantan Selatan masih sangat baik meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian akibat gejolak geopolitik dan penguatan dolar AS,” ujar Prof Ahmad Yunani, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, sektor perdagangan, serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri.

Prof Ahmad Yunani menjelaskan, sektor sumber daya alam masih menjadi kekuatan utama ekonomi Kalsel, mulai dari pertambangan batubara, perkebunan kelapa sawit dan karet, pertanian, hingga perikanan. Sektor-sektor tersebut menjadi penopang ekspor dan pendapatan daerah.

Ia juga menilai posisi Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan, ditambah kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadi peluang besar untuk menarik investasi di sektor perdagangan, distribusi, dan jasa logistik.

Di sisi lain, inflasi Kalsel yang berada di kisaran 3,67 persen masih tergolong terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap menjaga stabilitas harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terpelihara.

Prof Ahmad Yunani mengingatkan penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah memang meningkatkan biaya impor alat berat, mesin, pupuk, hingga bahan kimia. Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan berorientasi ekspor karena pendapatan dalam dolar akan meningkat ketika dikonversi ke rupiah.

Karena itu, ia mendorong percepatan hilirisasi sektor pertambangan, perkebunan, dan pertanian agar nilai tambah dinikmati di daerah serta mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, kekayaan sumber daya alam, serta posisi strategis sebagai kawasan logistik, Kalsel memiliki peluang besar menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan.

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar