oleh

DPMD Kalsel Akan Beri Penghargaan BUMDes Berprestasi

Banjarbaru, BARITO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk pertama kalinya menggelar Lomba Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berprestasi Tingkat Provinsi tahun 2021.

Saat ini, tim penilai dari DPMD Provinsi Kalsel masih dalam tahap  penilaian terhadap 26 BUMDes yang diusulkan kabupaten dari total 1.426 BUMDes yang ada.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Masyarakat, DPMD Provinsi Kalsel, Wahyu W Nugroho mengungkapkan,  lomba BUMDes merupakan salah satu strategi pencapaian kinerja DPMD  dalam pengembangan dan pemberdayaan lembaga ekonomi desa, khususnya meningkatkan peran pembinaan BUMDes.

Tujuan dari lomba ini, selain mendorong kinerja BUMDes, juga untuk memacu semangat pengurusnya menjadi lebih baik. Selain itu, bagi desa yang belum ada BUMDes , diharapkan terdorong untuk membentuknya.

“Sehingga nanti BUMDes benar-benar berdaya dan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa dan masyarakat. BUMDes juga tidak terpaku lagi pada jenis usaha tertentu, misalnya hanya jadi agen pulsa atau agen elpiji, tetapi BUMDes mampu berkreasi dan inovatif menggerakkan bidang usaha lainnya yang berbeda dengan jenis usaha warung-warung pada umumnya,” ujar Wahyu, Senin (1/3/2021).

Lomba BUMDes, imbuh Wahyu, juga sebagai bentuk  apresiasi terhadap BUMDes-BUMDes di Kalsel.

Nantinya, akan dipilih 6 BUMDes yang dinilai layak menyandang gelar terbaik se-Kalsel.

Total hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 90 juta kepada 6 BUMDes terbaik.

“Uang pembinaan ini akan menjadi penguatan modal untuk pengembangan usaha mereka. Selain itu, BUMDes akan diikutkan pada ekspo di pusat perbelanjaan misalnya Duta Mall atau Q Mall. Sehingga ini akan menjadi ajang promosi dan publikasi kepada masyarakat tentang keberadaan BUMDes,” bebernya.

Tahap Penilaian

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, DPMD Provinsi Kalsel, Muhammad Agus Fariady menambahkan, penilaian BUMDes dilaksanakan secara langsung di lapangan.

Sebelumnya, telah dilakukan penilaian dokumen terhadap 26 BUMDes dari usulan DPMD kabupaten se- Kalsel. Selanjutnya, tim akan melihat aktivitas BUMDes dan mengecek kesesuaian dokumen dengan kondisi secara riil .

“Banyak aspek yang digunakan dalam penilaian Lomba BUMDes Provinsi Kalsel. Diantaranya pemeriksaan data keuangannya, cara pengelolaan keuangan dan aset, apakah kekayaan dan aset yang dimiliki sudah dicatat dan dipergunakan dengan baik untuk mensejahterakan warga desa,” jelasnya.

Aspek penilaian lainnya mencakup jumlah omzet, unit usaha, struktur organisasi, penyertaan modal, kontribusi dan mitra BUMDes.

“Pengecekan terhadap omzet yang sudah dihasilkan juga akan dinilai , apakah sudah sesuai dengan pembukuan atau tidak. Pengecekan dilakukan dari minggu ke minggu dan bulan ke bulan,  ada peningkatan atau tidak,” lanjut Agus.

Lebih jauh Agus menuturkan, lomba BUMDes juga menjadi salah satu upaya DPMD Kalsel dalam membentuk pola pikir (mindset) tentang peran dan potensi desa.

Desa, tekan dia, harus dipandang sebagai wilayah yang potensial dalam membangun ekonomi.

Dengan kata lain, desa merupakan sentra lumbung pangan, desa sebagai daerah tujuan wisata, sentra home industry dan desa sebagai pemasok sumber daya manusia terlatih.

“Desa sebagai penyangga bagi perekonomian di perkotaan. Desa yang maju dapat dimaknai sebagai transformasi atau perubahan menuju kehidupan dan penghidupan desa yang lebih baik,” tegasnya.

Selanjutnya 26 BUMDes yang menjadi nominasi berasal dari Kabupaten Kotabaru, mengusulkan 1 BUMDes, Tanah Bumbu 5 BUMDes, Tala mengusulkan 4 BUMDes,

Balangan, HSU, HSS, Batola dan HST masing-masing mengusulkan 1 BUMDes.

Tapin dengan usulan 6 BUMDes, Banjar 2 dan Tabalong 3.

Penulis: Cynthia

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed