Dipersiapkan Syuting di Banua, Film ‘Kota Ghaib: Alam Sebelah’ Tayang 2027

by adm barito post
0 comments 3 minutes read
Film ‘Kota Gaib: Alam Sebelah’ Tayang 2027

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Film layar lebar ‘Kota Gaib: Alam Sebelah’ disiapkan rumah produksi Trazz Pictures bersama Tarmizi Abka Sutradara untuk tayang di bioskop pada pertengahan 2027 mendatang.

Baca Juga: Jahrian Ingatkan Para Jemaah Jaga Kondisi Fisik Saat Ibadah Haji

Hal ini setelah tim proyek film terbaru berjudul ‘Kota Gaib: Alam Sebelah’ itu melakukan hunting dengan mengambil lokasi syuting di banua Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sekitarnya.

Sebelumnya Tarmizi Abka beserta team Trazz Picture juga telah menggarap filam Jejak cinta, Senyum Merah Putih, Sayap Garuda, Tanah dayak dan lainnya.

Menurut Tarmizi, kedatangannya ke Kota Banjarmasin dilakukan untuk melakukan survei lokasi (location hunting) setelah sebelumnya menyelesaikan proses syuting film Tanah Dayak di Pangkalan Bun belum lama tadi. Ia menargetkan film tersebut dapat tayang pada pertengahan tahun depan.

Baca Juga: Jahrian Ingatkan Para Jemaah Jaga Kondisi Fisik Saat Ibadah Haji

“Ini memang mendadak karena target kami awal hingga pertengahan tahun depan film ini sudah bisa tayang. Setelah dari Pangkalan Bun, saya langsung ke Banjarmasin untuk survei lokasi,” ujarnya, saat Press conference, Jumat (24/4/2026) di Rumah Makan Sambal Acan Raja Banjar, Kota Banjarmasin.

Tarmizi menyebut, film Kota Gaib: Alam Sebelah diangkat dari hasil riset tim yang menemukan banyak cerita masyarakat terkait fenomena “alam sebelah” di Kalimantan. Konsep ini dipilih untuk menghadirkan perspektif berbeda dari film horor pada umumnya yang identik dengan gambaran kota gaib yang megah, seperti Saranjana.

“Selama ini orang mengenal kota gaib seperti Saranjana. Padahal di Kalimantan, istilah yang lebih dekat adalah ‘alam sebelah’. Itu yang ingin kami angkat, lebih membumi dan dekat dengan cerita masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga: Jahrian Ingatkan Para Jemaah Jaga Kondisi Fisik Saat Ibadah Haji

Selain Banjarmasin, tim juga berencana menjelajahi sejumlah lokasi lain di Kalimantan Selatan, termasuk wilayah Kabupaten Banjar (Alimpung Island). Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar eksplorasi antara lain kawasan sungai, hutan, hingga Pulau Curiak yang dikenal dengan habitat bekantan dan suasana alamnya yang khas.

Dalam proses produksi, Ia memastikan akan melibatkan talenta lokal Kalimantan, baik sebagai pemain maupun kru pendukung. Hal ini dilakukan untuk mengangkat potensi daerah sekaligus menjaga keaslian dialog yang menggunakan bahasa Banjar.

“Kami pasti pakai pemain lokal, karena banyak dialog yang harus menggunakan bahasa daerah. Ini juga bagian dari upaya mengangkat potensi anak muda di Kalimantan, kita juga berharap bisa mendapat dukungan dari pihak pemda setempat,” katanya.

Baca Juga: Jahrian Ingatkan Para Jemaah Jaga Kondisi Fisik Saat Ibadah Haji

Persiapkan Film ‘Kota Ghaib: Alam Sebelah’ Tayang 2027 di Bioskop

Sementara itu, untuk pemeran nasional, pihaknya masih dalam tahap penjajakan dan belum dapat mengumumkan nama karena proses kontrak belum rampung. Tim casting disebut telah mengantongi lebih dari 10 kandidat aktor dari ibu kota.

‘Kota Gaib: Alam Sebelah’ mengusung genre drama horor dengan sentuhan edukasi dan nilai budaya. Tarmizi berharap, selain menghadirkan hiburan, film tersebut juga memberikan pesan moral kepada penonton.

“Kami ingin film ini tidak hanya horor, tetapi juga ada edukasi dan nilai budaya. Jadi penonton pulang dari bioskop membawa pesan,” tambahnya.

Ia juga menilai pasar film horor di Indonesia masih sangat besar, dengan jumlah penonton yang relatif tinggi dibandingkan genre lain. Meski demikian, pihaknya menargetkan film ini tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar Asia.

Baca Juga:  Kebakaran Kembali Terjadi, Api Lahap Rumah di Komplek Semanda Raya

Produksi film Kota Gaib: Alam Sebelah turut melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk rekanan internasional dari Belgia yang tertarik dengan potensi perfilman Indonesia, khususnya cerita berbasis budaya lokal.

Hingga kini, tim masih terus melakukan eksplorasi lokasi serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal guna mendukung kelancaran proses produksi.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar