BPAM Banjarbakula Targetkan Pendapatan 2026 Rp25 Miliar

PERUBAHAN APBD-Komisi III DPRD Provinsi Kalsel menggelar rapat membahas Program Kegiatan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bersama Dinas PUPR Provinsi Kalsel.(foto : humasdprdkalsel)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID UPTD Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan pendapatan sebesar Rp25 miliar pada tahun anggaran 2026. Target tersebut ditopang oleh layanan penyediaan air bersih atau air curah regional melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula yang melayani kawasan Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.

Selain mengandalkan pendapatan dari distribusi air bersih, BPAM Banjarbakula juga menyiapkan terobosan baru melalui produksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek Bakula Water. Produk tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan baru setelah seluruh proses perizinan edar selesai.

Paparan tersebut disampaikan Kepala UPTD BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, saat rapat bersama Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang membahas Program Kegiatan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (3/8/2026).

Dalam paparannya, Siddiq menjelaskan bahwa pagu belanja BPAM Banjarbakula pada tahun 2026 sebesar Rp30 miliar. Hingga awal Agustus, realisasi belanja telah mencapai Rp14.795.825.807 atau 49,32 persen, dengan realisasi fisik sebesar 53,44 persen.

Sementara dari sisi pendapatan, target sebesar Rp25 miliar telah terealisasi Rp19.972.744.100 atau 79,89 persen. Capaian tersebut dinilai cukup positif mengingat tahun anggaran masih menyisakan beberapa bulan.

Menurut Siddiq, sumber utama pendapatan BPAM Banjarbakula berasal dari penjualan air bersih kepada sejumlah pelanggan utama, di antaranya PT Air Minum Bandarmasih, PT Air Minum Intan Banjar, serta pelayanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun instansi.

“Layanan air bersih itu kan hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, BPAM Banjarbakula tengah mempersiapkan peluncuran Bakula Water sebagai produk air minum kemasan lokal. Saat ini produk tersebut masih menunggu proses penerbitan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kalau izin edarnya selesai maka pendapatan bisa bertambah,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan SPAM Banjarbakula saat ini telah menjangkau wilayah Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut. Sementara untuk Kabupaten Barito Kuala, pelayanan masih dalam tahap persiapan seiring pembangunan infrastruktur SPAM di kawasan Mekarsari yang masih berlangsung.

Dengan perkembangan tersebut, BPAM Banjarbakula optimistis target pendapatan sebesar Rp25 miliar pada tahun 2026 dapat tercapai. Penambahan sumber pendapatan melalui penjualan air minum kemasan diharapkan semakin memperkuat kinerja keuangan UPTD sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Insyaallah hingga akhir 2026 target pendapatan itu bisa tercapai,” tutup Siddiq.

Penulis/Editor : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post

Related posts

ODKS HAM Festival 2026 Sukses Digelar, Habiskan Anggaran Lebih Rp70 Juta dan Perkuat Soliditas Amatir Radio Kalsel

Bangun Banua Kalsel Tingkatkan Dividen Daerah Lewat Strategi Bisnis Baru

2027, Pagu Dinkes Kalsel Turun, Hanya Ajukan Tambahan Anggaran Rp3 Miliar