Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan informasi cuaca selama periode awal mudik Lebaran.
Baca Juga: Pantau Mudik Idul Fitri 1447 H, Ratusan Personel Senkom Kalsel Siaga di 17 Titik
Secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif. Namun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
Dilansir situs resmi bmkg.go.id, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik.
Ia menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.
Baca Juga: Pantau Mudik Idul Fitri 1447 H, Ratusan Personel Senkom Kalsel Siaga di 17 Titik
“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” ucapnya.
Menurut Plt. Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Kondisi tersebut, yang juga diikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah.
“Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil,” tambahnya.
Baca Juga: Pantau Mudik Idul Fitri 1447 H, Ratusan Personel Senkom Kalsel Siaga di 17 Titik
Andri menyebut, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.