Ahmad Dani Ditemukan tak Bernyawa di Pondokan Gang PGA, Diduga Sudah Dua Hari Meninggal

MENINGGAL DUNIA - Ahmad Dani (44) ditemukan tak bernyawa di sebuah pondokan di Gang PGA RT 03 Kelayan A, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Minggu (4/10/2026) siang. Di sekitar korban ditemukan obat untuk penyakit lever dan jantung. (foto:istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Seorang pria bernama Ahmad Dani (44) ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kosong di Gang PGA RT 03 Kelayan A, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Korban ditemukan terbaring di lantai kamar dengan hanya mengenakan celana dalam, sementara ruangan tersebut hanya disekat kain sebagai dinding.

Pondokan yang berada di bantaran sungai itu ditempati korban seorang diri. Di sekitar korban ditemukan berbagai obat yang diduga untuk penyakit lever dan jantung. Selama ini korban juga diketahui sering datang ke puskesmas untuk berobat. Warga menduga korban telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Kabar tersebut kemudian sampai kepada keluarga. Kakak korban, Syahrani (48), datang ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin setelah mendapat informasi dari orang yang mengenal korban. Syahrani menyebut sudah sekitar lima tahun tidak bertemu dengan adiknya tersebut. “Saya sudah lama tidak ketemu lima tahun lalu, dan dulu sering dimodali usaha dengan adik saya ini,” bebernya.

Syahrani menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah adiknya. Pihak keluarga hanya menyetujui pemeriksaan luar karena korban diduga meninggal akibat sakit. Dani merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Anak korban juga disebut telah lama meninggal dunia.

Keluarga berharap bantuan warga untuk memandikan dan memakamkan jenazah korban. Korban diketahui berasal dari kawasan Pekapuran Gang Makmur dan selama ini meninggalkan seorang cucu bernama Amin (8). Namun, bocah tersebut disebut sering pergi dan tidak diketahui keberadaannya.

Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT 08 Rais (51). Menurut Rais, korban sehari-hari bekerja sebagai tukang sampah dan sebelumnya sempat terlihat warga sekitar dua hari lalu. “Korban ini dalam kesehariannya sebagai tukang sampah, mendadak sakit. Padahal ada warga yang melihatnya dua hari lalu dan cukup terbuka di lingkungan tersebut,” katanya.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens melalui Kanit Iptu Sudirno mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terkait temuan tersebut. “Yang bersangkutan meninggal karena sakit lever dan jantung, hal itu sesuai obat yang ditemukan di rumahnya,” pungkasnya.

Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

​

Related posts

Kasus PDAM Batola Bergulir, KAKI Soroti Proyek Pipanisasi yang Diduga Mangkrak

Lapas Banjarmasin Tanam 1.000 Benih Jagung, Bekali Warga Binaan Keterampilan Bertani

35 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Terima Premi dari Hasil Kerja Produktif