oleh

Abdul Kadir : DAD Kalsel Terus Berjuang untuk Kesejahteraan Sosial Banua

Banjarbaru, BARITO – Pelantikan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 2022-2027 berlangsung di Lianganggang, Kota Banjarbaru, Sabtu (13/8/2022) pagi.

Ketua Umum DAD Kalsel, Abdul Kadir dan jajarannya dilantik oleh Yakobus Kumis selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) mewakil Martin Billa selaku Presiden MADN.

Abdul Kadir dalam sambutannya mengatakan, dirinya adalah pejuang dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Sebagai anak pejuang juga meminta menghargai orang Dayak, karena itu pemerintah diminta agar melindungi orang Dayak yang tanahnya banyak dicaplok perusahaan.

“Saya bersyukur sudah 31 persen warga Dayak setelah diperjuangkan bisa masuk sebagai tenaga kerja ke perusahaan. Tapi harus diingat agar perusahaan juga mesti menghormati dimana bumi dipijak di situ bumi dijunjung,” harapnya.

Dikesempatan itu, Abdul Kadir menyayangkan di empat kabupaten, DAD kabupatennya dipimpin bukan orang Dayak, namun diharapkan bupatinya dapat mendukung keberadaan DAD sebagai lembaga sosial untuk kesejahteraan warga Kalsel juga.

Sekjen MADN, Yakobus Kumis mengatakan, apapun yang dilakukan semua untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena itu berharap Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin sebagai pembina DAD, terus bersinergi dengan pihaknya.

Yakobus juga mengimbau agar kegiatan DAD mesti bermitra dengan insan pers.

“Sebab wartawan lah yang menyuarakan perjuangan warga Dayak yang tersingkirkan atau tidak diperhatikan,” ingatnya.

Ia juga mengingatkan semboyan Dayak “Adil Katrino” sebagai bagian NKRI dan berarti wajib melaksanakan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI harga mati. Karena itu satu-satu Indonesia negara persatuan, karena uniknya 700 suku dan 460 bahas.

Yakobus menyatakan Kalimantan ini kaya raya, ada uranium bahan pembuatan senjata dan sebagainya. Tapi warga Dayak masih ketinggalan, karena itu harus introspeksi diri dan tingkatkan Sumberdaya Manusia (SDM).

“Namun dari Rp1.000 triliun, tapi yang kembali hanya tetesan saja, sementara jalan-jalan di Pulau Jawa mulus, sedangkan di Kalsel di wilayah pegunungan belum di aspal,” ingatnya.

Yakobus juga menekankan agar jaga persatuan dan kesatuan.

“Tanamkan nasionalisme dan Ideologi Pancasila, inti sari kearifan budaya lokal seluruh kemajemukan suku di Indonesia,” tegas Yakobus.

Selanjutnya MDAN akan mengikuti rapat kerja nasional, disana nanti diminta semua tokoh nasional bicara bagaimana nasib warga Dayak.

“Untuk itu DAD diminta berbuat terdepan dalam setiap kegiatan,” harapnya.

Ia pun optimis semua bisa terwujud dengan kerjasama dan sinergis, asalkan keamanan dan ketertiban masyarakat (amtibmas) aman dan terkendali.

“Dengan persatuan dan aman, maka pembangunan lancar dilaksanakan,” tegasnya.

Pelantikan Abdul Kadir dan Sekretaris Roby Mahajaya Ngaki serta pengurus dihadiri Sulkan Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kalsel mewakili Gubernur Kalsel, DR (HC) H Sahbirin Noor.

Dalam kesempatan itu Sulkan menyatakan, Kalsel merupakan daerah aman dan kondusif. Tidak ada masalah dengan perbedaan suku, itu modal pembangunan dan perstuaan.

“Mari bersatu membangun banua, termasuk dari DAD,” pungkasnya.

Penulis : Arsuma
Editor    : Sophan Sopiandi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.