BANJARMASIN, BARITO
Persoalan banjir saat musim hujan, penyaluran bantuan sosial (bansos) yang belum merata, hingga minimnya fasilitas keselamatan di persimpangan jalan menjadi aspirasi utama warga Sungai Andai yang disampaikan kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim.
Aspirasi tersebut dihimpun dalam kegiatan Penelaahan Aspirasi Masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Utara pada Reses Masa Sidang III Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Kompleks Pesona Persada Blok E RT 7, Kelurahan Sungai Andai, Jumat (23/10/2026).
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin, terutama terkait sistem drainase yang dinilai belum optimal dalam mengantisipasi genangan saat curah hujan meningkat.
Zainal Hakim mengatakan, kawasan permukiman tersebut kerap mengalami banjir saat musim hujan. Warga pun mengusulkan pembangunan gorong-gorong yang memadai agar aliran air lebih lancar dan genangan dapat diminimalkan.
“Masyarakat tadi meminta agar dibangunkan gorong-gorong untuk saluran air sehingga persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan bisa diatasi,” jelas Hakim.
Menurutnya, persoalan drainase perlu mendapat penanganan agar genangan tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat. Perbaikan saluran air diharapkan dapat mendukung kenyamanan warga sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman.
Warga Keluhkan Penyaluran Bansos
Selain infrastruktur, persoalan penyaluran bansos juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Warga mengeluhkan masih adanya masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan, tetapi belum terakomodasi dalam pendataan maupun penyaluran program pemerintah.
Hakim menilai, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi dan pemutakhiran data penerima bantuan agar penyalurannya semakin tepat sasaran.
“Masih banyak data masyarakat yang belum terakomodasi untuk mendapatkan bantuan sosial. Hal ini perlu kita perbaiki lagi agar masyarakat yang sudah terdata, tetapi belum menerima bantuan, bisa mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi antara masyarakat dan instansi terkait dapat diperkuat, khususnya dalam proses pendataan, verifikasi, serta pembaruan data penerima bantuan sosial. Dengan demikian, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat teridentifikasi secara lebih akurat.
Hakim juga mengimbau warga yang belum menerima bantuan sosial agar berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan status data mereka dan mengetahui langkah yang perlu ditempuh.
“Kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial, saya mengimbau agar segera menghubungi pihak Dinas Sosial. Dengan begitu, data yang diperoleh dapat diverifikasi sehingga bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan,” imbaunya.
Usulkan Kaca Cembung di Persimpangan Rawan
Aspirasi lainnya menyangkut keselamatan pengguna jalan. Warga meminta pemasangan kaca cembung di sejumlah persimpangan yang memiliki keterbatasan jarak pandang dan dinilai rawan menimbulkan kecelakaan.
Fasilitas tersebut diharapkan membantu pengendara sepeda motor maupun mobil melihat kendaraan dari arah berlawanan, terutama ketika hendak memasuki atau melintasi persimpangan dengan pandangan yang terhalang.
Pemasangan kaca cembung dinilai menjadi salah satu upaya pendukung keselamatan lalu lintas di lingkungan permukiman, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
Hakim menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
Ia berharap aspirasi mengenai penanganan banjir, pemerataan penyaluran bansos, dan peningkatan keselamatan jalan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing instansi.
Melalui reses tersebut, ia juga mendorong agar komunikasi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah terus terjalin sehingga persoalan yang dihadapi warga dapat disampaikan dan ditangani secara bertahap. (Masrifani)