Rikval Fachruri Soroti Infrastruktur hingga Menu MBG Berbasis Ikan Lokal

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read

Banjarmasin, BARITO

Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, melaksanakan kegiatan reses penjaringan aspirasi masyarakat di kawasan Kelurahan Alalak Utara. Dalam pertemuan yang mencakup warga RT 16, 17, 21, dan 22 tersebut, sejumlah persoalan disampaikan, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, drainase, penertiban kabel semrawut, pengelolaan sampah, hingga mitigasi musim kemarau.

Rikval mengatakan, reses menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan dan persoalan di lingkungan mereka. Berbagai masukan tersebut akan dihimpun untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah serta pihak terkait sesuai kewenangannya.

Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian warga adalah kondisi kabel yang semrawut di sejumlah titik kawasan Alalak Utara. Selain mengganggu kerapian lingkungan, keberadaan kabel yang tidak tertata juga dinilai mengurangi keindahan kawasan permukiman.

Menurut Rikval, penataan kabel perlu menjadi perhatian agar lingkungan terlihat lebih rapi, tertib, dan nyaman dipandang. Karena itu, ia akan meneruskan aspirasi masyarakat agar pihak terkait dapat melakukan penertiban dan perbaikan tata kelola kabel.

“Kalau jalan lingkungan sudah bagus, tetapi kabel-kabelnya masih semrawut, tentu secara estetika kurang indah dipandang. Karena itu, masyarakat meminta agar kabel yang tidak tertata bisa dirapikan sehingga lingkungan terlihat lebih rapi,” ujarnya.

Selain persoalan kabel, warga juga menyampaikan usulan mengenai perbaikan jalan lingkungan dan drainase. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Persoalan pengelolaan sampah turut menjadi pembahasan dalam reses tersebut. Rikval menyebut, masyarakat berharap penanganan sampah dapat terus ditingkatkan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Di sisi lain, kondisi musim kemarau juga menjadi perhatian. Warga mengharapkan adanya langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk penanganan sungai melalui pengerukan pada bagian yang membutuhkan penanganan.

Menurutnya, upaya antisipasi perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait agar kondisi sungai dan lingkungan dapat terpelihara, sekaligus mengurangi potensi persoalan yang muncul akibat perubahan musim.

“Masukan masyarakat juga berkaitan dengan pengelolaan sampah dan mitigasi musim kemarau, termasuk bagaimana penanganan sungai-sungai dan pengerukannya. Ini akan menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Menariknya, reses tersebut juga menghasilkan aspirasi mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait penggunaan bahan pangan lokal dalam menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

Rikval menilai, pemanfaatan ikan khas Kalimantan Selatan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat kearifan lokal sekaligus mengenalkan potensi pangan daerah kepada masyarakat.

Sejumlah jenis ikan yang diusulkan warga antara lain ikan haruan, papuyu, dan sepat. Menurutnya, bahan pangan lokal tersebut layak dipertimbangkan sebagai bagian dari menu MBG dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizi dan ketentuan penyediaan makanan.

“Ada masukan yang menurut saya penting untuk kearifan lokal, yakni menu MBG agar bisa menyajikan lauk ikan khas daerah, seperti haruan, papuyu, dan sepat. Aspirasi ini akan kita teruskan kepada pihak SPPG agar dapat disampaikan kepada pihak terkait,” ungkapnya.

Ia berharap, penggunaan bahan pangan lokal dalam program MBG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner daerah.

Rikval menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Alalak Utara akan menjadi bahan perhatian untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.

Ia berharap, berbagai usulan tersebut dapat memperoleh penanganan secara bertahap, sehingga perbaikan infrastruktur, penataan lingkungan, pengelolaan sampah, mitigasi musim kemarau, serta pemanfaatan pangan lokal dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Banjarmasin. (Masrifani)

 

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar