Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Seorang siswa SMP di Banjarmasin nekat menganiaya teman sekelasnya untuk diajak berkelahi, beberapa waktu lalu. Ironisnya korban yang tak melawan itu dianiaya hingga tersungkur.
Ironisnya erkelahian antarpelajar tersebut dilakukan di halaman salah satu sekolah mereka di Kota Banjarmasin. Sementara perkelahian itu sengaja direkam temannya untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat.
Akibatnya pihak keluarga korban tidak terima dengan tindakan yang dialami anaknya.Kini kasus tersebut ditangani Satreskrim Polresta Banjarmasin setelah orang tuanya mengadu.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin dalam Konferensi Pes, Kamis (22/10/2026), mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti. Terutama rekaman kamera pengawas atau CCTV serta keterangan saksi hingga chat medsos.
“Penyidik sudah melakukan penyelidikan dengan mengamankan alat bukti, baik dari rekaman CCTV maupun saksi yang melihat kejadian, termasuk penjaga sekolah,”ungkap Riza almuni Akpol tahun 2003 ini.
Pria kelahiran benua Tanjung inj menyatakan, kasus tersebut melibatkan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Dan masih dalam pemeriksaan baik dari pihak terduga pelaku atau terlapor maupun korban.
Sementarq ancaman hukuman dalam perkara tersebut, satu tahun sembilan bulan penjara.
Karena kedua pihak masih berstatus anak atau ABH dan ancaman hukumannya di bawah lima tahun, kepolisian telah mengupayakan penyelesaian melalui mekanisme Diversi.
Namun hal itu masih dalam proses kesepakatan karena keluarga korban tetap menginginkan perkara diproses secara hukum. Hingga dibuatlah laporan pengaduan ke Polresta Banjarmasin.
“Kami sudah melakukan upaya Diversi, tapi keluarga korban mau menerima. Selanjutnya proses hukum tetap dilanjutkan,” jelas Riza Muttaqin di dampingi Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa.
Eru menambahkan perkelahian tersebut dipicu keinginan terduga terlapor mengikuti tren di media sosial (medsos). Dengan alasan
Terlapor ngin membuktikan siapa yang lebih kuat melalui perkelahian yang direkam dalam video oleh temannya
“Motifnya karena yang bersangkutan terbawa tren di dunia maya tentang perkelahian antarteman. Tujuannya hanya ingin mengetahui siapa yang lebih kuat dengan cara direkam video,” ungkapnya.
Ironisnya, terduga terlapor diketahui mengikuti latihan bela diri. Kemampuan tersebut disalahgunakannya dengan mengajak teman sekelasnya untuk berkelahi.
Sementara ajakan itu tidak langsung diterima korban, dan ternyata terlaor sudah beberapa kali menolak tantangan berkelahi tersebut.
Bukannya berhenti, terlapor justru terus memaksa dan memancing hingga akhirnya terjadi perkelahian yang menyebabkan korban tersungkur.
“Korban sebenarnya sudah sering menolak ajakan berkelahi. Namun terlapor terus memaksa hingga akhirnya ia tersungkur dan kejadian itu direkam video,” beber Kasat Reskrim.
Kejadian itu kemudian diketahui keluarga korban. Tidak terima anaknya menjadi korban, pihak keluarga memilih menempuh jalur hukum. Dan awalnya tidak diakui anak tersebut dan mengaku hanya terjatuh.
“Kini, proses perkara tersebut masih berlanjut di Satreskrim Polresta Banjarmasin. Tentunya dengan memperhatikan ketentuan sistem peradilan pidana anak,” pungkas Eru.
Penulis: Arsuma
Editor: Meecurius
Follow Google News Barito Post