Banjarmasin , BARITOPOST
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hj. Hilyah Aulia, menggelar reses Masa Sidang II di Gang Laila RT 10, Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kondisi kabel listrik dan kabel internet yang semrawut, perbaikan jalan, hingga kebutuhan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hj. Hilyah Aulia mengatakan, persoalan kabel listrik milik PLN yang tidak tertata menjadi salah satu keluhan utama warga. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, kondisi tersebut telah menyebabkan kecelakaan yang melibatkan anak-anak.
“Kabel-kabel PLN yang semrawut ini sangat membahayakan warga, khususnya anak-anak. Ini akan menjadi perhatian saya dan akan segera saya sampaikan kepada PLN agar secepatnya dilakukan pembenahan,” ujarnya.
Selain kabel listrik, warga juga mengeluhkan kabel jaringan internet dari berbagai penyedia layanan (provider) yang dinilai semakin semrawut dan mengganggu keindahan kota.
Politisi PKB ini menyebutkan, banyaknya operator membuat penanganan persoalan tersebut menjadi tidak mudah. Namun, ia berharap seluruh penyedia layanan dapat bersama-sama melakukan penataan kabel demi keselamatan masyarakat dan menciptakan wajah Kota Banjarmasin yang lebih rapi.
“Saya berharap melalui media ini, PLN maupun seluruh provider dapat segera membenahi kabel-kabel yang ada di Kota Banjarmasin. Selain mengganggu estetika kota, kondisi ini juga berpotensi membahayakan masyarakat,” katanya.
Hasil reses tersebut, lanjut Hilyah, akan segera ditindaklanjuti. Persoalan kabel listrik akan disampaikan melalui Komisi III DPRD Kota Banjarmasin kepada PLN, sedangkan persoalan kabel jaringan internet akan dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan di lingkungan mereka. Tak hanya itu, masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan lebih banyak pelatihan keterampilan di tingkat kelurahan maupun RT.
Menurut Hilyah, usulan tersebut sejalan dengan upayanya mendorong lahirnya wirausaha baru di Kota Banjarmasin. Ia menilai pelatihan yang menyasar ibu-ibu di lingkungan RT dapat menjadi bekal keterampilan sekaligus membuka peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Aspirasi masyarakat ini akan saya perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing,” tutupnya.
Penulis : Masrifani