oleh

Wartawan Diminta Berhati-hati dalam Membuat Judul Berita Covid-19

-Bandarmasih-1.165 views

Banjarmasin, BARITO – Dalam pemberitaan Covid-19 diminta para wartawan untuk berhati-hati dalam membuat judul, sebab kebanyakan orang Indonesia tidak sampai habis dalam membaca sebuah berita. “Ya, para jurnalis bisa lebih hati-hati dalam memberikan judul pemberitaan Covid-19,” ujar dokter Lula Kamal dalam webinar bertajuk Stigmatisasi Terhadap Penderita Covid-19 dan Tenaga Medis, dipandu co-host Prita Laura, melibatkan BBC Media Action, Dewan Pers, Kementerian Komunikasi Informasi, dan Dewan Pers, serta hadir Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Jumat (23/10/2020).

Menurut artis senior ini, pemberitaan yang tidak membuat orang takut, dan berimbang sangat dibutuhkan. “Teman media bisa memberikan pesan dalam Bahasa daerah untuk masyarakat agar mereka sadar akan pentingnya kesehatan diri, dan keluarganya,” kata wanita berhijab yang bertugas di bidang kesehatan ini.

Selain itu, Ia juga berharap, para jurnalis yang melakukan peliputan di lapangan, dapat mengikuti standar protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. “Kita harus memiliki rasa kebangsaan bersama untuk mencegah penularan Covid-19. Dan kita perlu sadar akan kondisi Covid-19 saat ini,’ tambahnya.

Ia mengakui, perubahan prilaku tidak lah mudah, namun kita harus tahu pandemi Covid-19 terus berjalan.

Sementara itu, Ratri Anindyajati menilai media bisa memberikan informasi yang baik, dan masyarakat dapat menyaring informasi permasalah Covid-19. “Memang saya sempat kaget dengan Covid-19. Jadi setiap individu punya peran melindungi diri dan keluarganya,” tutur wanita yang pernah Covid-19 ini.

Sedang Asep Setiawan dari Dewan Pers memastikan profesi wartawan menghasilkan karya jurnalistik, sebab itu diperlukan produksi informasi yang menyejukkan terkait pandemi Covid-19. ”Memberikan dampak yang baik terhadap pemberitaan Covid-19, dan perspektif yang besar terhadap data yang disajikan,” katanya.

Untuk itu, Asep berharap setip liputan Covid-19 harus dijaga keselamatan wartawannya, dan wartawan yang terpapar Covid-19 menjadi tanggung jawab perusahaan pers untuk bantuan kesehatannya.

Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers yang juga Ketua Tim Kerja FJPP mengatakan, yang diinginkan pemerintah dan masyarakat adalah mengatasi dampak Covid-19 agar tidak menular. “Jadi negara dan pemerintah hadir bersama pers untuk mengatasi dampak Covid-19 ini. Ya, pemberitaan yang proporsional dan berimbang artinya sesuai fakta dan keseimbangan, apakah itu mengkritik atau mengevaluasi,” tegasnya.

Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) merupakan program dengan tiga kegiatan utama. Pertama, menggalakkan pemberitaan pers berperspektif perubahan perilaku guna pencegahan penularanCovid-19. Kedua, memperkaya konten berita media yang menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.

“Melibatkan wartawan sebagai agen perubahan perilaku melalui peningkatan peran pers sebagai institusi dengan fungsi edukasi publik dalam menghadapi bencana nasional,” imbuhnya.

Penulis: Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed