oleh

Tim Kecil Benahi Stadion 17 Mei

BAHAS STADION-Komisi IV DPRD Kalsel bersama Sekdaprov Kalsel beserta jajaran dan pengelola stadion serta KONI Kalsel kembali membahas pembenahan Stadion 17 Mei Banjarmasin.(foto : sophan-brt)

Banjarmasin, BARITO-Eksekutif, legislatif dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan akhirnya sepakat membentuk tim kecil untuk membenahi dan menata serta melengkapi sarana prasarana di Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Kesepakatan membentuk tim kecil tersebut tercapai setelah digelarnya rapat lanjutan bersama Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan dengan Sekdaprov Kalsel H Abdul Haris Makkie, Kepala Bappeda Kalsel, Kepala Dispora Kalsel, Badan Pengelola Stadion 17 Mei dan KONI Kalsel, Kamis (23/8) di Banjarmasin.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Yazidie Fauzy kepada wartawan, seusai rapat bersama.

Yazidie menuturkan, dari hasil rapat lanjutan ini kesimpulannya, kita bersama-sama membentuk tim kecil dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang ada di Stadion 17 Mei.

“Stadion 17 Mei ini kondisinya masih belum terlalu layak menjadi sebuah stadion, karena sarana prasarana disana sampai saat ini belum memenuhi standar,” ujar Yazidie.

Belum layaknya sarana prasarana disana, lanjutnya berdasarkan laporan pihak KONI melalui Badan Pengelola (Banlo) Stadion 17 Mei, di antaranya kondisi WC/toilet yang masih sangat memprihatinkan, kemudian stadion kebanggaan masyarakat Kalsel itu belum memiliki genset.

“Selain WC/toilet tak sesuai standar, Stadion 17 Mei belum ada genset, padahal itu sangat diperlukan saat terjadi pemadaman lampu, walaupun sejak tahun 2012 silam, itu sudah ada rumah untuk gensetnya,” terang Yazidie.

Dengan kondisi Stadion 17 Mei seperti itu, imbuhnya melalui rapat ini kita sama-sama cari solusinya, minimal untuk keperluan genset itu terakomodir berdasarkan aspirasi daripada supporter penggemar olahraga di kota Banjarmasin khususnya.

“Kita juga ingin mempunyai stadion yang layak sesuai standar nasional maupun internasional,” ingatnya.

Meski keterbatasan sarana prasarana tak sesuai standar, diungkapkannya pihak Banlo sudah berupaya memenuhi sarana prasarana itu meski seadanya, seperti WC/toilet walaupun masih sangat sederhana, tapi itu goodwill daripada Banlo dari pihak KONI.

“Untuk keperluan yang lebih besar, seperti genset yang harganya menurut kami cukup tinggi, tentu saja pihak Banlo kesulitan, karena untuk operasional saja mereka masih pas-pasan,” terangnya.

Politisi PKB ini pun mengingatkan, Stadion 17 Mei itu kan asset milik pemerintah provinsi, menurut kami walaupun sekarang dikelola oleh pihak KONI apa salahnya kita ikut berpartisipasi menambah sarana prasarana yang ada di stadion, tujuannya untuk kenyamanan masyarakat kita penggemar bola yang datang ke sana untuk menyaksikan pertandingan.

“Stadion 17 Mei ini nantinya tidak hanya untuk digunakan cabang olahraga sepakbola, tapi cabor lain seperti atletik dan lainnya,” harap Yazidie.

Untuk itu kami mengimbau pemerintah provinsi, mari kita samakan persefsi untuk memenuhi sarana prasarana sesuai standar yang wajib dimiliki sebuah stadion, di antaranya genset, WC/toilet, kalau ada musholla lebih baik lagi.

Sementara tim kecil ini, sebutnya bekerja dibawah koordinasi Pak Sekda, antara lain melibatkan Bappeda, Bakeuda, Komisi IV, KONI dan Biro Hukum.

“Mudah-mudahan tim kecil ini secepatnya mengambil kesimpulan dan keputusan,” pungkasnya. sop

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed