Setelah Malam Memerah, Kini Siang Diselimuti Asap, Karhutla Kembali Landa Handil Bakti

(Atas) Asap tebal di belakang gedung UNISKA Handil Bakti dan asap karhutla menyelimuti jalan permukiman warga Handil Bakti, Rabu (7/10/2026) siang (Bawah/ (foto: istimewa / IG @aku_faje & @infokalsel_id)

Handil Bakti, BARITOPOST.CO.ID – – Warga Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali melalui hari yang mencekam.

Setelah malam sebelumnya langit memerah akibat dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hanya berjarak 2 jam, kini pada Rabu (7/10/2026) siang giliran lahan di belakang Kampus UNISKA yang terbakar hebat.

Berdasarkan pantauan video di media sosial, kebakaran hebat terjadi di Kalimantan Selatan, Handil Bakti belakang UNISKA Rabu sekitar pukul 13.00 WITA.

Asap tebal membumbung tinggi hingga terlihat dari gedung kampus UNISKA dan menyelimuti permukiman warga.

Video yang beredar di akun @aku faje dan @infokalsel id menunjukkan langit Handil Bakti gelap tertutup asap.

Warga terlihat panik karena jarak api cukup dekat dengan permukiman.

Kejadian siang ini merupakan rentetan dari kejadian malam sebelumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Handil Bakti melalui malam yang mencekam, Selasa (6/10/2026) malam, dalam rentang waktu hanya 2 jam terjadi 2 karhutla hingga rumah warga tersambar.

Kondisi tersebut membuat warga belum sempat tenang.

Hingga Rabu siang ini, petugas gabungan dari BPBD Batola, BPK dan relawan masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi belakang UNISKA.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, diduga akibat pembakaran lahan di musim kemarau.

Pihak kampus UNISKA sendiri dikabarkan bersiaga dengan menyiapkan BPK UNISKA dan petugas jaga untuk antisipasi jika api merembet ke area kampus.

Penulis/Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

​

Related posts

Polresta Banjarmasin Sigap Bantu Padamkan Karhutla di Handil Bakti

Keluarga Korban Desak KM Virgo Segera Diangkat, Salvage Terkendala Tender dan Dokumen Polisi

20 Adegan Rekonstruksi Kasus Tewasnya Imi Cobra, Senjata Makan Tuan di Basirih Banjarmasin